Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Lalu Irfani: Era Prabowo Ubah Wajah Pendidikan, Tapi Kesenjangan Masih Jadi PR!

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 03 Mei 2026 | 11:59 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Sektor pendidikan mulai bergerak di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai ada perubahan nyata, meski tantangan di lapangan masih berat.
 

Revolusi Infrastruktur: Lonjakan Tajam!
 

Lalu menyebut kemajuan paling terlihat ada pada pembangunan dan renovasi sekolah.
 

Jika sebelumnya hanya sekitar 17.000 sekolah direnovasi, kini di 2026 melonjak menjadi 70.000 sekolah.
 

Target berikutnya lebih ambisius: Seluruh sekolah di Indonesia rampung direnovasi pada 2028.
 

Digitalisasi Masuk Kelas
 

Tak hanya bangunan, pemerintah juga mendorong transformasi digital pendidikan.
 

Program yang digulirkan antara lain:
 

1. Smart board interaktif di kelas 

2. Tunjangan guru non-ASN 

3. Program Sekolah Rakyat 
 

Langkah ini dinilai sebagai upaya mempercepat modernisasi sistem belajar.
 

DPR: Infrastruktur Jalan, SDM Harus Ikut
 

Meski mengapresiasi, Lalu mengingatkan satu hal penting: kualitas guru harus berjalan seimbang.
 

“Kami akan terus mengawal agar penguatan SDM guru sejalan dengan pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
 

Kesenjangan Masih Lebar
 

Di balik capaian, masalah klasik belum tuntas: ketimpangan pendidikan.
 

Wilayah perkotaan masih jauh lebih unggul dibanding daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
 

Masalah utama:
 

1. Distribusi guru tidak merata 

2. Infrastruktur terbatas 

3. Biaya operasional tinggi di daerah terpencil 
 

Anggaran Besar, Tapi Belum Cukup
 

Meski anggaran pendidikan besar, Lalu menilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil di lapangan.
 

“Biaya di daerah terpencil jauh lebih tinggi, sehingga banyak sekolah masih kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik,” ujarnya.
 

PR Besar: Pendidikan Adil untuk Semua
 

Lalu menegaskan, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya fokus pada fisik.
 

Gedung baru saja tidak cukup.
 

“Yang utama adalah kualitas belajar yang unggul untuk semua anak bangsa, dari Jakarta sampai Papua,” tegasnya.
 

Pesan DPR: Jangan Berhenti di Infrastruktur
 

DPR mengingatkan pemerintah agar reformasi pendidikan tidak setengah jalan.
 

Bangunan boleh megah, tapi kualitas harus merata—itulah kunci masa depan pendidikan Indonesia.rajamedia

Komentar: