Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kutuk Agresi ke Venezuela, Sekjen FPN: Amerika Serikat Induk Terorisme

Laporan: Zulhidayat Siregar
Senin, 05 Januari 2026 | 13:12 WIB
Penampakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) usai ditangkap militer Amerika Serikat pada Sabtu akhir pekan kemarin. - Istimewa -
Penampakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) usai ditangkap militer Amerika Serikat pada Sabtu akhir pekan kemarin. - Istimewa -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN) Furqan AMC mengutuk keras agresi militer yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.


Dia menegaskan agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya.


"Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah dan Palestina," tegas Sekjen FPN, Furqan AMC, (Senin, 5/1/2026).


"AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945," tambah Furqan.


Lebih lanjut Furqan menjelaskan agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa.


"Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan Presidenya, Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia," ungkapnya.


"FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambill langkah berani dan tegas menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS," seru Furqan, menekankan.


Sebagaimana diberitakan, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Tidak hanya dari militer, korban juga jatuh dari kalangan sipil, rakyat Venezuela.


Dalam konferensi pers hari Sabtu setelah pasukan AS berhasil menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan pemerintah AS akan mengambil alih kendali negara tersebut dan cadangan minyaknya yang sangat besar.rajamedia

Komentar: