Kawendra Sebut Krisis Venezuela Jadi Alarm Bahaya Hegemoni Global
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Polkam – Krisis politik yang melanda Venezuela menjadi cermin keras bagi negara-negara berkembang. Konfrontasi langsung terhadap hegemoni kekuatan besar dunia dinilai bukan hanya berisiko, tetapi dapat berujung pada intervensi asing dan runtuhnya kedaulatan nasional.
Pandangan itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menyikapi eskalasi konflik di Venezuela yang dilaporkan memuncak setelah operasi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1).
Langkah tersebut menuai kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional karena dinilai melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional.
Pelajaran Geopolitik dari Venezuela
Menurut Kawendra, apa yang terjadi di Venezuela harus dibaca sebagai pelajaran geopolitik penting, terutama bagi Indonesia dalam menentukan arah kebijakan luar negeri.
“Apa yang terjadi terhadap Venezuela bisa menjadi pengingat bahwa konfrontasi frontal terhadap hegemoni besar dapat berujung pada intervensi yang merugikan bangsa,” ujar Kawendra dalam keterangan tertulis, Senin (5/1).
Ia menilai, konflik tersebut menunjukkan betapa rapuhnya kedaulatan negara ketika rivalitas kekuatan global dibiarkan berkembang tanpa strategi diplomasi yang matang.
Prabowo Pilih Jalan Keseimbangan
Kawendra menegaskan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru mengambil arah berbeda. Bukan konfrontasi, melainkan politik luar negeri yang berimbang dan berhati-hati.
“Justru dengan pola keseimbangan yang dipilih Presiden Prabowo, Indonesia mampu menghindari jebakan konflik, menjaga martabat, dan meneguhkan diri sebagai poros tengah yang dihormati dunia,” tegasnya.
Menurutnya, sikap tersebut membuat Indonesia tetap memiliki posisi tawar di panggung global tanpa harus terseret dalam rivalitas kekuatan besar.
Diplomasi Damai Jadi Pegangan Kemenlu
Lebih lanjut, Kawendra menekankan pentingnya peran Kementerian Luar Negeri RI untuk terus mengedepankan diplomasi damai dan memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela.
“Diplomasi yang dijalankan Kemenlu ini adalah pendekatan yang matang, strategis, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujarnya.
Ia menilai, kehati-hatian dalam merespons krisis global justru menjadi kekuatan diplomasi Indonesia.
Pesan untuk WNI: Negara Hadir
Di akhir pernyataannya, Kawendra menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Indonesia, terutama WNI yang berada di Venezuela, agar tetap tenang dan percaya pada jalur diplomasi negara.
“Kepada seluruh WNI di Venezuela, saya mengajak untuk tetap percaya pada jalur diplomasi Indonesia. Negara hadir menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional,” tandasnya.![]()
Nasional 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 15 jam yang lalu
Ekbis | 18 jam yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
