Prabowo Panggil Rosan, Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy Dikebut
RAJAMEDIA.CO - Bogor — Presiden Prabowo Subianto terus mengakselerasi agenda strategis ekonomi nasional. Pada Minggu sore (4/1/2026), Prabowo menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan tersebut secara khusus membahas langkah percepatan investasi strategis, terutama di sektor hilirisasi industri dan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor,” ujar Teddy dalam keterangan di akun facebok Setkab RI, dikutip Senin (5/1/2026).
Lima Proyek Hilirisasi Siap Groundbreaking
Menurut Teddy, salah satu fokus utama pertemuan adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan digarap Danantara dan direncanakan memulai groundbreaking pada awal bulan depan.
“Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkapnya.
Proyek-proyek tersebut akan tersebar di sejumlah provinsi dan menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.
Investasi Strategis Capai USD 6 Miliar
Pemerintah menargetkan nilai investasi yang signifikan dari proyek-proyek hilirisasi tersebut. Total investasi diperkirakan mencapai USD 6 miliar atau sekitar Rp100 triliun.
“Program ini akan dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia dengan total investasi sebesar 6 miliar dolar AS,” lanjut Teddy.
Investasi ini diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat struktur industri nasional, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
Waste to Energy Jadi Prioritas Lingkungan dan Ekonomi
Selain hilirisasi, agenda strategis lain yang dibahas adalah pengembangan proyek Waste to Energy, khususnya terkait penertiban dan modernisasi pengelolaan sampah.
“Perkembangan proyek Waste to Energy dibahas agar volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi,” jelas Teddy.
Program ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Presiden Prabowo, yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan ekonomi.
Pertemuan di Hambalang tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk mempercepat hilirisasi, mengamankan investasi strategis, dan mengintegrasikan agenda ekonomi hijau sebagai pilar utama pembangunan nasional ke depan.![]()
Nasional 1 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
