Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Senator M. Nuh: Menanam Pohon di Samosir untuk Melestarikan Kawasan Danau Toba

Laporan: Zulhidayat Siregar
Senin, 16 Februari 2026 | 17:48 WIB
Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh menghadiri kegiatan penanaman pohon di Huta Ginjang, Samosir, Sumut, Senin, 16 Februari 2026.
Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh menghadiri kegiatan penanaman pohon di Huta Ginjang, Samosir, Sumut, Senin, 16 Februari 2026.

RAJAMEDIA.CO - Samosir, Lingkungan - Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan dan melestarikan kawasan Danau Toba. Hari ini misalnya, senator dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara ini turut menghadiri kegiatan penanaman pohon di Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, Sumut.


Karena menurutnya, keberadaan danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk akibat dari letusan Gunung Toba 74.000 tahun lalu itu merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga kelestariannya.


Terlebih Geopark Kaldera Toba kini telah kembali menerima status green card (kartu hijau) dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah sebelumnya diberi yellow card (kartu kuning) lantaran standar pengelolaannya tidak sesuai dengan yang ditetapkan lembaga dunia bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan tersebut.


Karena itu, dari Desa Huta Ginjang yang merupakan salah satu tempat wisata untuk menikmati pemandangan Danau Toba ini, anggota DPD RI KH Muhammad Nuh kembali menyerukan dan mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga kelestarian kawasan tersebut.


"Danau indah yang terletak di tengah Sumatera Utara ini merupakan karunia Tuhan yang wajib dijaga kelestariannya. Sebagai wujud dari kesyukuran tersebut, mari kita hijaukan kawasan di sekitar Danau Toba," seru Ketua Dewan Penasihat DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) ini.


Selain Nuh, turut hadir sejumlah tokoh dalam acara yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark tersebut.


Seperti Ketua Komite II DPD RI Dr Badikenita Sitepu, General Manager Caldera Toba Geopark Dr Azizul Kholis, aktivis Gerakan Penyelamatan Danau Toba Dr Wilmar Simanjorang, Wakil Bupati Samosir dan para pencinta lingkungan lainnya.

(Keterangan Foto: [dari kiri] General Manager Caldera Toba Geopark Dr Azizul Kholis, Ketua Komite II DPD RI Dr Badikenita Sitepu, anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, dan aktivis Gerakan Penyelamatan Danau Toba Dr Wilmar Simanjorang berfoto bersama pada kegiatan penanam pohon di kawasan Danau Toba hari ini.


Perjuangan Mengembalikan Status Green Card Geopark Caldera Toba


Diberitakan sebelumnya, anggota DPD RI KH Muhammad Nuh benar-benar memberikan perhatian penuh setelah Geopark Kaldera Toba mendapat peringatan atau kartu kuning dari UNESCO Global Geopark dari UNESCO pada rapat evaluasi yang digelar di Maroko pada 4-5 September 2023.


Dia kemudian aktif mendorong agar para pihak bekerja sama untuk dapat mengembalikan status Danau Toba, sebagaimana sebelumnya berkartu hijau. Salah satu misalnya, KH Muhammad Nuh pada 11 Oktober 2023 menginisiasi pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) di Kantor Daerah DPD RI di Medan terkait masalah tersebut.


Perjuangan dari sejumlah pihak termasuk KH Muhammad Nuh ini pun berbuat hasil. Alhamdulillah, pada 5-12 September 2025, pada Konferensi Global Geopark Network di Kutlarkura, La  Araucania, Chile yang juga dihadiri oleh General Manager Toba Caldera Geopark, Dr Azizul Kholis, dapat kembali status Green Card.


"Tentu kerja sama dan sinergi berbagai pihak, seperti dukungan Gubernur Sumatera Utara dan pihak-pihak terkait lainnya patut mendapatkan apresiasi," ucapnya kala itu. rajamedia

Komentar: