Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan: Dunia Makin Terpecah! Indonesia Harus Perkuat Ketahanan Nasional

Laporan: Firman
Kamis, 09 Juli 2026 | 19:08 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), TB Ace Hasan Syadzily, mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase yang semakin kompleks, penuh ketidakpastian, dan terfragmentasi. Menurutnya, perubahan geopolitik global bukan lagi sekadar isu hubungan antarnegara, tetapi telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
 

Pernyataan itu disampaikan Ace saat membuka Jakarta Geopolitical Forum (JGF) X/2026 di Auditorium Binakarna, Bidakara, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
 

Geopolitik Kini Menyentuh Kehidupan Rakyat
 

Ace menjelaskan, fragmentasi global kini terasa di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, ketahanan energi, pangan, lapangan kerja, hingga keamanan siber dan tata kelola teknologi.

Karena itu, menurutnya, pembahasan geopolitik tidak lagi terbatas pada diplomasi internasional, melainkan berkaitan langsung dengan kemampuan negara menjaga kesejahteraan rakyat.
 

"Fragmentasi global sangat dirasakan dalam perdagangan, investasi, keamanan energi, ketahanan pangan, lapangan kerja, standar teknologi, tata kelola data pemerintah hingga keamanan infrastruktur kritis. Membahas geopolitik berarti membahas ketahanan hidup masyarakat Indonesia," ujar Ace.

Multilateralisme Jadi Kebutuhan Strategis
 

Mengusung tema "Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and a Fragmented World", Ace menilai sistem kerja sama internasional kini menghadapi tekanan besar akibat rivalitas kekuatan dunia, proteksionisme ekonomi, hingga persaingan teknologi.

Menurutnya, bagi negara berkembang seperti Indonesia, memperkuat multilateralisme bukan sekadar idealisme, melainkan kebutuhan strategis.
 

"Penguatan multilateralisme bukan sekadar pesan idealis. Bagi negara-negara kecil dan menengah, termasuk Indonesia, ini adalah kebutuhan strategis," tegasnya.
 

Ketahanan Nasional Jadi Kunci
 

Ace menegaskan, posisi Indonesia di dunia hanya akan kuat apabila didukung ketahanan nasional yang kokoh.
 

Ia menyebut fondasi tersebut meliputi ekonomi yang tangguh, ketahanan energi dan rantai pasok, sumber daya manusia unggul, transformasi digital, kohesi sosial, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
 

Menurutnya, ketika aturan internasional melemah, negara yang memiliki ketahanan internal kuat akan lebih siap menghadapi berbagai gejolak global.
 

Politik Luar Negeri Tetap Bebas Aktif
 

Ace juga menegaskan Indonesia akan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.
 

Indonesia, kata dia, akan terus bekerja sama dengan seluruh negara tanpa berada dalam dominasi kekuatan mana pun, sembari tetap mengedepankan kepentingan nasional, stabilitas kawasan, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
 

Jakarta Geopolitical Forum Bahas Masa Depan Dunia
 

Jakarta Geopolitical Forum X/2026 menghadirkan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai pembicara utama, bersama sejumlah pejabat pemerintah, akademisi, diplomat, pelaku industri, hingga pakar internasional.

Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari melemahnya multilateralisme, persaingan kekuatan global, ketahanan energi, perdagangan internasional, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga masa depan dunia kerja di era ekonomi digital.
 

Ace berharap forum ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam menghadapi perubahan geopolitik dunia yang semakin dinamis.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: