Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, PresidenPrabowo Sampaikan Duka Cita

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 18:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto - Foto: Do. BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto - Foto: Do. BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Polkam – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah. Pengorbanan mereka disebut sebagai wujud keberanian sekaligus kehormatan bangsa di panggung internasional.
 

Melalui pernyataan di akun Instagram resminya, Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus penghormatan tertinggi atas dedikasi para prajurit.
 

“Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon,” ujar Prabowo, Selasa (31/3/2026).
 

Pengorbanan untuk Perdamaian Dunia
 

Prabowo menegaskan, para prajurit gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Misi tersebut tidak hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap stabilitas global.

“Mereka adalah pahlawan yang menjalankan amanah negara dengan keberanian dan kehormatan,” tegasnya.
 

Pemerintah pun memastikan penghormatan setinggi-tingginya diberikan atas jasa dan pengorbanan mereka.
 

Indonesia Tuntut Investigasi Transparan
 

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendesak penyelidikan menyeluruh atas serangan yang menewaskan personel Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.
 

Indonesia menuntut proses investigasi dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel.
 

“Harus diungkap fakta, kronologi, serta pihak yang bertanggung jawab. Akuntabilitas penuh wajib ditegakkan,” tegas pernyataan resmi Kemlu.
 

Serangan Beruntun, Situasi Kian Memburuk
 

Pemerintah menilai, serangan berulang dalam waktu singkat terhadap personel Indonesia adalah tindakan yang tidak dapat diterima.
 

Dua insiden terjadi berturut-turut:
 

- Senin (30/3): dua personel gugur di dekat Bani Hayyan 

- Sehari sebelumnya: satu prajurit gugur akibat serangan artileri di Adchit Al Qusayr 
 

Kedua lokasi berada di wilayah Lebanon selatan yang menjadi area penugasan pasukan penjaga perdamaian.
 

Sinyal Bahaya Konflik Timur Tengah
 

Insiden ini disebut sebagai cerminan memburuknya situasi keamanan di Lebanon, di tengah eskalasi konflik antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
 

Indonesia menegaskan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.
 

Gugurnya tiga prajurit TNI menjadi pengingat keras: misi perdamaian bukan tanpa risiko. Namun bagi Indonesia, pengabdian mereka akan selalu tercatat sebagai bagian dari perjuangan menjaga dunia tetap damai.rajamedia

Komentar: