Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sarmuji Dukung Polri Sikat Habis Begal dan Preman Jalanan!

Laporan: Firman
Jumat, 15 Mei 2026 | 22:34 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji - Foto: Dok Golkarpedia -
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji - Foto: Dok Golkarpedia -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mendukung penuh langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberantas aksi begal dan kriminalitas jalanan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
 

Menurut Sarmuji, negara tidak boleh kalah oleh kelompok kriminal yang membuat warga takut beraktivitas dan mencari nafkah.
 

“Polri harus menindak tegas premanisme dan begal yang mengganggu masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa hukum kalah oleh kelompok kriminal,” kata Sarmuji, Jumat (15/5/2026).
 

Begal Ancaman Serius bagi Rasa Aman
 

Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu menegaskan aksi begal bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa karena dampaknya langsung menghantam rasa aman masyarakat.
 

Ia menilai ketika warga mulai takut keluar rumah, bepergian malam hari, atau melintas di jalan tertentu, maka yang terganggu bukan hanya keamanan, tetapi juga roda ekonomi rakyat.
 

“Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kriminal jalanan,” tegasnya.
 

Polisi Diminta Perbanyak Patroli
 

Sarmuji meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin dan operasi pencegahan di titik-titik rawan kejahatan.
 

Ia menyebut kawasan sepi, jalur penghubung antardaerah, akses industri, hingga permukiman pinggiran kota harus menjadi perhatian serius aparat.
 

“Pencegahan harus diperkuat. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting agar masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.
 

Menurutnya, penanganan tidak boleh hanya dilakukan setelah muncul korban atau kasus viral di media sosial.
 

UMKM dan Pekerja Malam Jadi Korban
 

Sarmuji juga menyoroti dampak kriminalitas jalanan terhadap masyarakat kecil yang bekerja pada malam hari.
 

Pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, kurir, hingga pelaku UMKM disebut menjadi kelompok yang paling rentan terdampak aksi begal dan premanisme.
 

“Pedagang jadi takut buka sampai malam, pengemudi takut melintas di jalur tertentu, dan aktivitas ekonomi rakyat akhirnya ikut terganggu,” katanya.
 

Premanisme Jangan Dibiarkan Tumbuh
 

Selain begal, Sarmuji juga mengingatkan praktik premanisme berkedok pungutan liar, intimidasi, hingga 
penguasaan wilayah tertentu harus segera ditertibkan.
 

Ia menilai jika praktik seperti itu dibiarkan, rasa aman masyarakat akan terus menurun dan iklim usaha kecil ikut terganggu.
 

“Negara harus hadir melindungi masyarakat dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan,” ujarnya.
 

CCTV dan Lampu Jalan Harus Ditambah
 

Menurut Sarmuji, penanganan kriminalitas jalanan tidak cukup hanya mengandalkan patroli konvensional.
 

Ia meminta pemerintah daerah memperkuat sistem keamanan publik melalui pemasangan CCTV, penerangan jalan, dan pengawasan lingkungan yang lebih aktif.
 

“Banyak kasus begal terjadi di lokasi minim penerangan dan pengawasan,” katanya.
 

Penadah Harus Ikut Diburu
 

Sarmuji juga meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi turut membongkar jaringan penadah barang hasil kejahatan.
 

Menurutnya, penegakan hukum harus memberikan efek jera agar ruang publik tidak terus dikuasai rasa takut.
 

“Pelaku kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.rajamedia

Komentar: