Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sriyanto Desak Deteksi Gempa Diperkuat, Teknologi Indonesia Harus Setara Jepang!

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:19 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mendorong peningkatan kualitas sistem pendeteksi dini gempa bumi di Indonesia - Ilustrasi RMN -
Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mendorong peningkatan kualitas sistem pendeteksi dini gempa bumi di Indonesia - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Surabaya — Anggota Komisi V DPR RI Sriyanto Saputro mendorong peningkatan kualitas sistem pendeteksi dini gempa bumi di Indonesia agar semakin andal dan mampu meminimalkan risiko korban jiwa.
 

Menurutnya, Indonesia membutuhkan teknologi kebencanaan yang lebih maju, terutama dalam mendeteksi gempa bumi. Sistem tersebut dinilai penting mengingat Indonesia berada di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi.
 

Hal itu disampaikan Sriyanto saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
 

Deteksi Gempa Masih Perlu Diperkuat
 

Sriyanto mengapresiasi kemampuan Indonesia dalam mengantisipasi ancaman tsunami. Namun, ia menilai kemampuan pendeteksian gempa masih membutuhkan penyempurnaan.
 

Menurutnya, teknologi deteksi gempa perlu terus dikembangkan agar negara memiliki kemampuan mitigasi yang semakin baik.


“Secara umum terkait dengan antisipasi tsunami, saya kira sudah bagus. Tapi kita ingin lebih lagi. Sampai detik ini yang belum bisa sempurna adalah terkait dengan deteksi terhadap gempa. Kemampuan kita memang belum sampai sejauh itu, tapi ini perlu kita dorong terus,” papar Sriyanto.
 

Ia menilai peningkatan kemampuan tersebut harus menjadi bagian dari agenda serius pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana nasional.
 

Belajar Teknologi dari Jepang
 

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak ragu menjalin kerja sama dengan negara-negara yang memiliki teknologi kebencanaan lebih maju.
 

Sriyanto secara khusus mencontohkan Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang menghadapi gempa dan mengembangkan teknologi pendeteksiannya.


“Kalau memang harus belajar misalnya ke Jepang, menggunakan fasilitas peralatan yang sekiranya bisa mendeteksi terkait dengan gempa, tentunya negara perlu hadir. Saya kira tidak ada masalah kalau memang itu memerlukan biaya,” tegasnya.
 

Menurut Sriyanto, investasi pada teknologi kebencanaan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai beban anggaran. Sebaliknya, teknologi tersebut merupakan instrumen penting untuk melindungi masyarakat.
 

Negara Harus Hadir Maksimal
 

Sriyanto menegaskan negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan sistem peringatan dan mitigasi bencana terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi.
 

Kehadiran negara diperlukan mulai dari penyediaan peralatan, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pengembangan sistem informasi kebencanaan.
 

Semakin cepat informasi mengenai potensi bencana diterima, semakin besar pula peluang masyarakat dan pemerintah melakukan langkah antisipasi.
 

Komisi V Siap Dukung Anggaran
 

Untuk mewujudkan peningkatan tersebut, Sriyanto memastikan Komisi V DPR RI siap memberikan dukungan penuh dari sisi penganggaran institusi.
 

Menurutnya, penyempurnaan sarana dan prasarana geofisika merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keselamatan masyarakat Indonesia.


“Kalau memang itu memerlukan biaya, negara perlu hadir,” tegasnya.
 

Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat modernisasi fasilitas pendeteksi gempa sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman kebencanaan.
 

Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas
 

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Karena itu, sistem mitigasi tidak boleh hanya bergerak setelah bencana terjadi.
 

Deteksi dini, kesiapsiagaan, teknologi, dan edukasi masyarakat harus berjalan secara bersamaan.
 

Bagi Sriyanto, penguatan sistem pendeteksi gempa merupakan bagian dari upaya negara memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.
 

Teknologi boleh terus berkembang, tetapi tujuan akhirnya tetap sama: menyelamatkan lebih banyak nyawa. Sistem deteksi gempa yang semakin andal menjadi investasi penting untuk menghadapi risiko bencana di masa depan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: