Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Harga Sembako Naik Meski Stok Pangan Cukup, Komisi VI DPR Minta Pengawasan Diperketat

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Achmad  - Humas DPR -
Anggota Komisi VI DPR RI Achmad - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Yogyakarta — Anggota Komisi VI DPR RI Achmad menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di tengah laporan ketersediaan stok pangan nasional yang dinilai masih mencukupi.
 

Kondisi tersebut mendorong Komisi VI DPR RI meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama lembaga terkait memperketat pengawasan rantai pasok dan segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
 

Hal itu disampaikan Achmad saat ditemui di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).
 

Stok Cukup, Harga Justru Merangkak Naik
 

Achmad mengatakan pemerintah perlu melihat persoalan harga pangan secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga distribusi.
 

Menurutnya, kenaikan harga harus ditelusuri untuk memastikan apakah disebabkan gangguan pasokan, penurunan produksi akibat faktor musim, atau terdapat persoalan lain di sepanjang rantai distribusi.


“Pertama tentu kita tengok dulu ekosistem distribusinya. Kita lihat dari sisi produksi sendiri, bagaimana hasil sawah dan pengaruh musim yang bisa menyebabkan pengurangan produksi, atau justru sebaliknya, adanya indikasi penimbunan. Ini membutuhkan pengawasan ketat dari pihak dan lembaga terkait,” tegas Achmad.
 

Ia menilai kondisi di lapangan perlu menjadi perhatian karena terdapat perbedaan antara laporan ketersediaan stok dengan pergerakan harga sejumlah komoditas.
 

Beras, Gula dan Telur Mulai Naik
 

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Perum Bulog, Komisi VI memperoleh informasi bahwa cadangan beras nasional berada dalam kondisi memadai.
 

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga di pasar.
 

Achmad menyebut sejumlah komoditas seperti telur, gula, dan beras justru mulai mengalami kenaikan harga.
 

“Stok pangan kita cukup, tapi kenyataannya di pasar harga mulai merangkak naik, seperti telur, gula, dan beras. Melalui Menteri Perdagangan, ini perlu diawasi secara ketat apa penyebab kenaikan ini apakah suplainya yang terganggu atau ada masalah di titik lain,” ujarnya.
 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan data ketersediaan pangan di tingkat nasional. Data tersebut harus dibandingkan dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat di pasar.
 

Distribusi Jadi Titik yang Harus Diawasi
 

Achmad meminta pengawasan dilakukan sepanjang rantai pasok pangan.
 

Mulai dari produksi, pengumpulan, distribusi hingga penjualan kepada konsumen harus dipantau untuk menemukan titik yang menyebabkan harga mengalami kenaikan.
 

Langkah tersebut penting agar stok pangan yang secara nasional dinyatakan aman benar-benar dapat tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
 

Jika ditemukan adanya gangguan distribusi atau praktik yang menyebabkan harga meningkat secara tidak wajar, pemerintah diminta segera melakukan intervensi.
 

Komisi VI Dorong Operasi Pasar
 

Salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah adalah menggelar operasi pasar untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga komoditas yang mengalami kenaikan.
 

Achmad mendorong kementerian dan lembaga terkait tidak menunggu gejolak harga semakin besar sebelum mengambil tindakan.


“Kami harapkan kementerian terkait langsung mengadakan operasi pasar sehingga harga kembali stabil. ID Food misalnya bisa turun untuk gula, kemudian Bulog mengadakan operasi beras dan minyak goreng,” katanya.
 

Menurutnya, intervensi tersebut dapat dilakukan secara terukur sesuai komoditas dan wilayah yang mengalami tekanan harga.
 

Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban
 

Achmad menegaskan stabilitas harga pangan berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
 

Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali berpotensi menambah beban rumah tangga, terutama masyarakat yang memiliki ruang terbatas dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
 

Karena itu, pengawasan terhadap rantai pasok harus diperkuat sekaligus disertai tindakan tegas apabila ditemukan pihak yang sengaja memanfaatkan kondisi pasar untuk memperoleh keuntungan secara tidak wajar.
 

“Masyarakat jangan sampai dirugikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan rakyat,” pungkasnya.

Stok Aman Harus Terasa di Pasar
 

Persoalan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak stok yang tersedia di gudang.
 

Yang lebih penting adalah memastikan pangan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat dengan harga yang wajar.
 

Stok boleh dinyatakan cukup, tetapi jika harga terus naik, pemerintah tetap harus mencari titik persoalannya. Komisi VI DPR meminta pengawasan distribusi diperketat dan operasi pasar segera dilakukan bila diperlukan agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: