Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Tegas! Pemimpin yang Bohong kepada Rakyat adalah Pengkhianat Bangsa

Laporan: Firman
Kamis, 09 Juli 2026 | 20:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto - Foto: Dok.Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto - Foto: Dok.Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO — Karawang — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh penyelenggara negara. Menurutnya, tidak ada dosa politik yang lebih besar daripada membohongi rakyat dan mengkhianati kepentingan bangsa demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
 

Pesan tegas itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
 

Kejujuran Adalah Harga Mati
 

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah wajib menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat. Ia menilai kebohongan dari seorang pemimpin merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
 

"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," tegas Prabowo.
 

Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target
 

Presiden menyampaikan rasa syukur karena Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
 

Menurutnya, target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun pemerintahan.
 

Prabowo mengakui masih ada pihak yang meragukan capaian tersebut. Namun ia menegaskan pemerintah tidak memiliki alasan untuk menyampaikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.
 

"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Target empat tahun berhasil kita capai dalam satu tahun," ujarnya.
 

Kurangi Ketergantungan Impor
 

Prabowo mengungkapkan sejak sebelum dilantik sebagai Presiden, dirinya telah mengarahkan jajaran pemerintah untuk menjadikan swasembada pangan dan swasembada energi sebagai prioritas utama.
 

Baginya, Indonesia harus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan maupun bahan bakar agar memiliki kemandirian menghadapi dinamika global.
 

Peluncuran Program Biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis menuju ketahanan energi nasional.
 

Air Jadi Penentu Masa Depan Bangsa
 

Selain pangan dan energi, Presiden menekankan pentingnya ketersediaan air bersih sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
 

Ia mengapresiasi peran TNI yang terus melakukan pengeboran air di berbagai daerah yang mengalami krisis air.
 

Sepanjang tahun ini, sekitar 30 ribu titik pengeboran air telah dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih.
 

"TNI terus mencari air, terus membor di daerah-daerah yang sulit air. Tahun ini saja sudah sekitar 30 ribu titik pengeboran dan akan terus kita lanjutkan," kata Prabowo.
 

Ketahanan Nasional Dimulai dari Kebutuhan Dasar
 

Prabowo menegaskan, cita-cita Indonesia menjadi negara kuat tidak hanya ditentukan oleh pertahanan militer, tetapi juga kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
 

Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air sebagai fondasi menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: