Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Demokrat Tantang PDIP Bersikap Terbuka: Dukung Prabowo atau Jadi Oposisi?

Laporan: Firman
Minggu, 21 Juni 2026 | 08:32 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Dinamika politik nasional kembali memanas. Partai Demokrat meminta PDI Perjuangan (PDIP) segera memperjelas posisinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 

Bagi Demokrat, rakyat berhak mengetahui secara terang benderang arah politik partai-partai yang memperoleh mandat dari publik. Apakah berada di dalam pemerintahan sebagai pendukung atau memilih berada di luar sebagai kekuatan penyeimbang.
 

Menurut Demokrat, yang dibutuhkan publik saat ini bukan spekulasi politik, melainkan kejelasan sikap.
 

Kejelasan Sikap Jadi Kunci Demokrasi
 

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa setiap partai memiliki hak menentukan pilihan politiknya masing-masing.

Baik bergabung dengan koalisi pemerintahan maupun berada di luar pemerintahan, kata dia, sama-sama merupakan pilihan yang sah dan terhormat dalam sistem demokrasi.
 

"Yang menjadi pertanyaan publik bukan apakah PDIP mendukung atau tidak mendukung pemerintah. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jelas posisi tersebut dijalankan dan dikomunikasikan kepada masyarakat," kata Herzaky dalam keterangannya.
 

Menurutnya, posisi politik yang jelas akan memudahkan rakyat memahami arah perjuangan partai sekaligus menilai konsistensi antara pernyataan dan tindakan politik yang dijalankan.
 

Demokrat Cerita Pengalaman Jadi Penyeimbang
 

Herzaky mengingatkan bahwa Demokrat pernah menjalani peran sebagai partai di luar pemerintahan selama hampir satu dekade.
 

Saat itu, Demokrat memilih menjadi kekuatan penyeimbang yang aktif memberikan kritik, masukan, dan koreksi terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus menjadi oposisi yang destruktif.
 

"Kami mendukung ketika pemerintah benar dan mengingatkan ketika pemerintah keliru. Tetapi posisi kami jelas sehingga publik mengetahui di mana Demokrat berdiri," tegasnya.
 

Menurut Demokrat, pengalaman tersebut membuktikan bahwa berada di luar pemerintahan bukan berarti menghambat jalannya pemerintahan, melainkan menjalankan fungsi kontrol yang sehat dalam demokrasi.
 

Soroti Pernyataan Elite PDIP
 

Pernyataan Demokrat ini juga merespons pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang sebelumnya menyebut posisi partainya sebagai kekuatan penyeimbang sesuai keputusan Kongres PDIP.
 

Demokrat menghormati sikap tersebut. Namun, mereka berharap posisi yang disampaikan elite partai itu benar-benar tercermin dalam praktik politik sehari-hari.
 

Bagi Demokrat, konsistensi antara keputusan organisasi dan langkah politik di lapangan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik.
 

Demokrasi Butuh Garis yang Tegas
 

Demokrat menilai kualitas demokrasi akan semakin sehat apabila terdapat pembagian peran yang jelas antara partai pendukung pemerintah dan partai penyeimbang di luar pemerintahan.
 

Tanpa kejelasan posisi, masyarakat akan kesulitan membedakan siapa yang menjalankan fungsi pemerintahan dan siapa yang menjalankan fungsi pengawasan.
 

"Dalam demokrasi, tidak ada masalah menjadi pendukung pemerintah. Tidak ada masalah menjadi penyeimbang di luar pemerintah. Yang menjadi masalah adalah ketika rakyat kesulitan membedakan keduanya," ujar Herzaky.
 

Jangan Biarkan Publik Menebak-nebak
 

Demokrat berharap PDIP segera memberikan penegasan yang lebih jelas mengenai arah politiknya ke depan.
 

Menurut partai berlambang bintang mercy itu, masyarakat membutuhkan kepastian, bukan ruang spekulasi yang terus berkembang.
 

Sebab dalam demokrasi yang sehat, transparansi politik bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk penghormatan kepada rakyat yang telah memberikan mandat melalui pemilu.
 

"Rakyat membutuhkan kejelasan, bukan sikap abu-abu," pungkas Herzaky.rajamedia

Komentar: