Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Lempar ‘Kota Buruh’: 100 Ribu Rusun, Transport Murah Disiapkan!

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 01 Mei 2026 | 18:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panggung May Day 2026 di kawasan Monas - Foto: Dok Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panggung May Day 2026 di kawasan Monas - Foto: Dok Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, May Day – Panggung May Day 2026 di kawasan Monas jadi momen besar. Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan gagasan ambisius: membangun kota-kota baru khusus untuk buruh.
 

Bukan sekadar janji perumahan—ini konsep kota mandiri yang menggabungkan hunian, pekerjaan, dan layanan publik dalam satu ekosistem.
 

Kota Buruh: Bukan Rusun Biasa!
 

Di hadapan ribuan pekerja, Prabowo menegaskan proyek ini akan melampaui program rumah subsidi konvensional.
 

“Saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru,” tegasnya, Jumat (1/5/2026).

Setiap kota dirancang menampung sekitar 100 ribu unit rumah susun (rusun) untuk buruh.
 

Artinya, bukan sekadar tempat tinggal—tapi kawasan hidup yang lengkap.
 

Sekolah, RS, hingga Daycare Disiapkan
 

Konsep kota buruh ini akan dilengkapi fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari.
 

Mulai dari:
 

1. Sekolah 

2. Fasilitas olahraga 

3. Daycare (pengasuhan anak) 

4. Rumah sakit 
 

“Harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit,” ujar Prabowo.
 

Pesannya jelas: buruh tidak hanya butuh rumah, tapi juga kualitas hidup.
 

Kunci Utama: Transportasi Terintegrasi
 

Yang paling ditekankan Prabowo adalah konektivitas. Kota buruh tak boleh terisolasi.
 

Transportasi publik akan jadi tulang punggung:
 

1. Kereta ringan 

2. Bus massal 
 

“Yang paling penting harus ada transportasi supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar,” tegasnya.
 

Kartu Khusus, Ongkos Transport Murah
 

Tak berhenti di infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan subsidi langsung untuk mobilitas buruh.
 

Buruh yang terdaftar akan mendapat kartu khusus untuk tarif transportasi murah.
 

“Nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan,” ungkap Prabowo.
 

Sinyal Perubahan Besar Kebijakan Buruh
 

Gagasan ini mengarah pada perubahan pendekatan: dari sekadar bantuan perumahan menjadi pembangunan ekosistem kehidupan pekerja.
 

Jika terealisasi, kota buruh bisa jadi solusi:
 

1. Kemacetan urban 

2. Biaya hidup tinggi 

3. Ketimpangan akses fasilitas 
 

Satu pesan dari Istana: Buruh bukan hanya objek ekonomi—tapi pusat pembangunan.rajamedia

Komentar: