Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

12.500 Guru Siap Diwisuda! Presiden Prabowo Diminta Sematkan Gelar Sarjana

Laporan: Firman
Jumat, 12 Juni 2026 | 12:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meneriman Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Istana Negara, Kamis (11/6/2026) - Foto: Dok. Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto saat meneriman Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Istana Negara, Kamis (11/6/2026) - Foto: Dok. Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kabar menggembirakan datang bagi ribuan guru di seluruh Indonesia. Sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa sarjana dari pemerintah bersiap menyandang gelar D4 dan S1 tahun ini.
 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bahkan berharap Presiden Prabowo Subianto berkenan hadir secara langsung untuk mewisuda para guru tersebut sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka meningkatkan kompetensi pendidikan.
 

Harapan itu disampaikan Mu'ti usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
 

Prabowo Diminta Wisuda Ribuan Guru
 

Mu'ti menjelaskan, para guru yang akan diwisuda merupakan peserta program beasiswa D4 dan S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
 

Program tersebut diperuntukkan bagi guru yang selama ini belum memiliki kualifikasi pendidikan sarjana atau diploma empat.
 

Menurutnya, sebagian peserta kini telah memasuki semester kedua dan diperkirakan dapat menyelesaikan studinya pada tahun ini.
 

"Kami mohon kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 guru yang mendapatkan beasiswa S1 dengan sistem RPL," ujar Mu'ti.
 

Ia menilai kehadiran Presiden akan menjadi suntikan semangat sekaligus bentuk penghormatan negara kepada para guru yang terus berupaya meningkatkan kualitas diri.
 

Beasiswa Rp3 Juta per Semester
 

Program peningkatan kualifikasi guru tersebut dibiayai pemerintah melalui skema bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester.
 

Bantuan diberikan kepada guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1 agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah yang berat.
 

Melalui sistem RPL, pengalaman mengajar dan kompetensi yang telah dimiliki guru diakui sebagai bagian dari proses akademik sehingga masa studi menjadi lebih efisien.
 

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas tenaga pendidik nasional.
 

Kuota 2026 Melonjak Jadi 150 Ribu Guru
 

Tak berhenti pada 12.500 penerima tahun sebelumnya, pemerintah kini memperluas program tersebut secara besar-besaran.
 

Pada tahun 2026, Kemendikdasmen mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1.
 

Jumlah tersebut meningkat drastis dan menjadi salah satu program beasiswa guru terbesar yang pernah dijalankan pemerintah.
 

"Tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk 150.000 guru dengan nominal yang sama, Rp3 juta per semester," kata Mu'ti.
 

Pendaftaran Masih Dibuka
 

Kemendikdasmen saat ini masih membuka proses pendaftaran bagi guru yang memenuhi persyaratan.
 

Mu'ti mengajak para guru untuk memanfaatkan kesempatan tersebut demi meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran di sekolah.
 

Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik guru merupakan bagian penting dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia.
 

Investasi untuk Masa Depan Pendidikan
 

Program beasiswa guru ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional.
 

Dengan semakin banyak guru yang memiliki kualifikasi sarjana, kualitas proses belajar mengajar diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada kualitas generasi penerus bangsa.
 

Kini, publik menanti apakah Presiden Prabowo benar-benar akan hadir dan memimpin langsung wisuda 12.500 guru penerima beasiswa tersebut—sebuah momen yang berpotensi menjadi peristiwa bersejarah dalam dunia pendidikan Indonesia.rajamedia

Komentar: