Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Peternak Muda Tegal Jadi Model Ekonomi Berkelanjutan

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 02 Januari 2026 | 19:36 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengunjungi petrnakan Muji Jaya Farm di Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengunjungi petrnakan Muji Jaya Farm di Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Tegal, Legislator — Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi peternakan modern yang dikembangkan peternak muda di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di tengah arus disrupsi ekonomi, sektor peternakan justru tampil sebagai kekuatan baru ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
 

Apresiasi itu disampaikan Fikri saat melakukan kunjungan masa reses ke Muji Jaya Farm di Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan langsung pengelolaan peternakan kambing berbasis manajemen modern yang digagas oleh Muji, peternak muda inspiratif asal Tegal.
 

2.000 Kambing di Lahan Terbatas
 

Fikri menyoroti keberhasilan Muji mengelola sekitar 2.000 ekor kambing hanya di atas lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi. Skala usaha tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan bahan baku sate khas Tegal yang selama ini dikenal luas di tingkat nasional.
 

“Ini luar biasa. Dalam lahan yang terbatas, mampu menopang kebutuhan kuliner khas daerah yang permintaannya sangat tinggi,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (2/1/2026).
 

Sektor yang Tak Tergantikan Teknologi
 

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pilihan Muji terjun ke sektor peternakan sebagai langkah strategis. Menurutnya, pertanian, peternakan, dan kuliner merupakan sektor fundamental yang tidak akan tergantikan oleh kecanggihan teknologi.
 

“Saya kira ini pilihan yang sangat tepat. Di era disrupsi seperti sekarang, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner adalah sektor yang tidak bisa digantikan. Karena itu, usahanya akan berkelanjutan,” tegasnya.
 

Model Kolaborasi Ekonomi Rakyat
 

Fikri juga mengapresiasi pola usaha peternakan berbasis kolaborasi yang dikembangkan Muji. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa mematikan pelaku usaha lain.
 

Model tersebut, kata Fikri, layak direplikasi di berbagai daerah sebagai strategi penguatan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.
 

Peternakan Terpadu dan Ramah Lingkungan
 

Keberhasilan Muji, lanjut Fikri, tidak terlepas dari kemampuannya mengelola seluruh rantai peternakan secara terpadu. Mulai dari pengolahan pakan, manajemen kandang, hingga pemanfaatan limbah kotoran dan urin ternak menjadi produk bernilai ekonomi.
 

“Ini bukan hanya soal produksi daging, tapi juga bagaimana peternakan dikelola secara efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.
 

Anak Muda Didorong Masuk Peternakan
 

Melalui kunjungan tersebut, Fikri mendorong generasi muda agar tidak ragu berinovasi di sektor peternakan dengan sentuhan manajemen modern. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar menciptakan lapangan kerja mandiri dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
 

Teknik Wagyu dari Jepang
 

Kisah sukses Muji pun menjadi perhatian tersendiri. Lulusan teknik mesin ini berani beralih haluan ke dunia peternakan setelah melihat peluang pasar yang besar. Permintaan daging kambing di Tegal yang mencapai 500 hingga 1.000 ekor per hari menjadi faktor penentu keputusannya.
 

Muji mengungkapkan, kualitas daging kambing produksinya terletak pada teknik pengolahan pakan yang mengadopsi metode peternakan sapi Wagyu yang ia pelajari saat berada di Jepang. Teknik tersebut menghasilkan daging kambing bertekstur lebih empuk dan berkualitas premium, mendekati standar daging kelas dunia.rajamedia

Komentar: