Komisi X DPR Awasi Kenaikan Tiket Museum Nasional
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menegaskan pihaknya akan mengawal secara ketat kebijakan kenaikan tarif Museum Nasional Indonesia (MNI).
Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berujung kontra produktif dan justru menghambat minat masyarakat untuk belajar sejarah dan kebudayaan bangsa.
Menurut Lalu Hadrian, museum merupakan ruang edukasi publik yang seharusnya bersifat inklusif dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan tarif harus disertai pertimbangan matang dan kajian yang transparan.
Museum Bukan Sekadar Tempat Wisata
Lalu Hadrian menilai kenaikan harga tiket MNI harus dipahami secara berimbang. Di satu sisi, peningkatan tarif dapat menjadi upaya mendorong perbaikan layanan. Namun di sisi lain, pemerintah wajib memastikan akses publik terhadap pendidikan dan kebudayaan tidak terhambat.
“Museum adalah ruang edukasi yang seharusnya inklusif. Sehingga kebijakan tarif perlu disertai kajian yang transparan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (2/1/2026).
Dorong Skema Harga Berkeadilan
Ia juga meminta pengelola museum menerapkan skema diferensiasi harga bagi pelajar, mahasiswa, serta kelompok rentan. Menurutnya, kebijakan harga yang berkeadilan menjadi kunci agar museum tetap ramah bagi generasi muda.
Selain itu, kenaikan tarif harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, keamanan, serta pengalaman pengunjung. “Publik harus benar-benar merasakan manfaat dari kenaikan tarif tersebut,” tegasnya.
Komisi X Pastikan Pengawasan
Sebagai pimpinan Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian menegaskan pihaknya akan terus memantau dampak kebijakan kenaikan tarif MNI. Ia tidak ingin kebijakan tersebut justru menjauhkan masyarakat dari ruang pembelajaran sejarah dan budaya.
“Saya mendorong adanya dialog antara pengelola museum dan publik. Komisi X tentu akan melakukan pengawasan agar kebijakan ini tidak justru menghambat minat masyarakat untuk belajar sejarah dan budaya bangsa,” jelasnya.
Pemerintah Nilai Tarif Masih Murah
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kenaikan harga tiket Museum Nasional Indonesia dilakukan untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap museum. Langkah ini disebut sebagai bagian dari arah baru pengelolaan museum nasional.
Menurut Fadli, selama ini tarif museum di Indonesia tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan standar internasional. Di sejumlah negara Eropa, harga tiket museum rata-rata berkisar antara 12 hingga 65 euro.
“Saat ini, tiket Museum Nasional untuk masyarakat umum ditetapkan sebesar Rp50 ribu. Sedangkan untuk pelajar dan rombongan diberikan harga khusus Rp30 ribu,” ungkap Fadli.![]()
Politik | 3 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
