Pilot Ditembak di Papua, Komisi V DPR RI Minta Keamanan Bandara Perintis Diperketat
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Insiden penembakan terhadap dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation di Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, memantik sorotan keras dari parlemen. Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak pemerintah segera meningkatkan pengamanan bandara perintis, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Menurut Danang, konektivitas udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di daerah terluar. Karena itu, keselamatan pilot dan kru penerbangan tidak boleh ditawar.
“Keamanan bandara perintis harus menjadi prioritas. Jangan sampai distribusi logistik dan pergerakan manusia terhenti akibat teror bersenjata,” tegasnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, dikutip Senin (16/2/2026).
Konektivitas Nusantara Terancam
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengingatkan, ancaman keamanan yang berlarut-larut akan membuat maskapai enggan beroperasi ke wilayah pedalaman. Dampaknya tidak sederhana: masyarakat bisa semakin terisolasi, sementara harga kebutuhan pokok berpotensi melonjak karena pasokan terganggu.
“Kalau penerbangan berhenti, rakyat di pedalaman yang paling merasakan dampaknya. Negara harus hadir menjamin rasa aman,” ujar anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III tersebut.
Dorong Respons Cepat Aparat
Danang juga meminta pemerintah merespons cepat insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Ia menekankan pentingnya penempatan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis.
“Kami berkomitmen memperjuangkan perlindungan bagi para pahlawan transportasi yang mempertaruhkan nyawa demi merajut konektivitas Nusantara,” katanya.
Maskapai Setop Sementara Penerbangan
Pasca-insiden penembakan pesawat PK-SNR yang menewaskan dua pilot, PT Smart Cakrawala Aviation memutuskan menghentikan sementara penerbangan ke wilayah rawan di Papua. Langkah ini diambil demi keselamatan awak dan penumpang.
Direktur Utama Smart Cakrawala Aviation, Pongky Majaya, menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
“Demi keamanan dan sesuai imbauan aparat, kami sementara menghentikan seluruh penerbangan ke bandara yang pengamanannya belum memadai,” ujarnya.
DPR berharap evaluasi menyeluruh dan penguatan keamanan segera dilakukan, agar penerbangan perintis bisa kembali beroperasi dan denyut kehidupan masyarakat di wilayah 3T tidak terputus.![]()
Nasional 6 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Daerah | 3 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Daerah | 2 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
