Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Neraka di DayCare! Anak Diikat - Kelaparan, Arzeti Minta Pelaku Dihukum Berat!

Laporan: Halim Dzul
Senin, 27 April 2026 | 10:40 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina  - Humas DPR -
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Dugaan kekerasan brutal terhadap anak-anak di sebuah daycare kawasan Umbulharjo, Yogyakarta, memantik kemarahan publik. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengecam keras tindakan tak manusiawi itu dan mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku.
 

Tak hanya itu, Arzeti juga meminta pemerintah daerah segera mencabut izin operasional tempat penitipan anak tersebut agar tidak menelan korban baru.
 

Perlakuan Keji terhadap Balita
 

Kasus ini menyita perhatian setelah terungkap dugaan perlakuan sadis terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut. Korban disebut mengalami tindakan diikat tangan dan kaki, tidak diberi makan serta minum secara layak, hingga dibiarkan tidur tanpa alas hanya mengenakan popok.
 

“Ini perbuatan tidak manusiawi dan kejahatan yang tidak bisa ditoleransi sama sekali. Pelaku harus dijatuhi sanksi tegas,” kata Arzeti, Minggu (26/4/2026).
 

Menurutnya, daycare seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak, bukan lokasi penyiksaan yang meninggalkan luka fisik dan batin.
 

Polisi Diminta Usut Tuntas
 

Politikus PKB itu meminta kepolisian mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi. Ia menegaskan keadilan bagi para korban serta orang tua harus menjadi prioritas utama.
 

“Jangan ada celah perlindungan bagi pelaku. Proses hukum harus tegas agar memberi efek jera,” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
 

Trauma Bisa Panjang
 

Arzeti mengingatkan, kekerasan di usia dini dapat meninggalkan trauma serius bagi tumbuh kembang anak. Dampaknya bisa berupa rasa takut berlebihan, gangguan tidur, hilangnya rasa percaya diri, hingga hambatan emosional dan kognitif.
 

Karena itu, korban harus segera mendapat pendampingan profesional dari psikolog maupun konselor anak.
 

“Peran orang tua juga sangat penting untuk memulihkan rasa aman anak-anak setelah tragedi ini,” ujarnya.
 

Alarm Nasional Pengawasan Daycare
 

Arzeti menilai kasus di Yogyakarta ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh daerah di Indonesia. Pemerintah diminta mengevaluasi standar operasional setiap daycare serta memperketat pengawasan.
 

“Negara harus hadir memastikan perlindungan maksimal bagi anak-anak. Setiap tempat penitipan wajib menjadi ruang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: