Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Harga Telur Ambruk! DPR Minta Pemerintah Selamatkan Peternak Rakyat

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:13 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati - Humas DPR -
Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati melontarkan peringatan keras kepada pemerintah terkait anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak. Ia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya fokus mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan peternak rakyat tetap bisa bertahan dan untung.
 

Menurut politisi Fraksi PDIP itu, kondisi peternak ayam petelur saat ini sedang tertekan berat. Harga telur jatuh bebas di tengah tingginya biaya produksi, terutama harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak.
 

“Hari ini peternak ayam petelur kita mengalami kejatuhan harga. Padahal ini baru rencana ada investor besar masuk, tetapi begitu rencana itu disampaikan langsung harga telur terjun bebas,” ujar Sadarestuwati dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
 

Harga Pakan Naik, Telur Malah Anjlok
 

Sadarestuwati menilai situasi tersebut sangat membahayakan keberlangsungan usaha peternak kecil dan menengah.
 

Di satu sisi, harga jagung dan biaya pakan terus naik. Namun di sisi lain, harga jual telur justru merosot tajam di tingkat peternak.
 

Menurutnya, jika pemerintah tidak segera turun tangan, peternak rakyat bisa kalah bersaing dan semakin terpuruk menghadapi tekanan pasar.
 

“Pemerintah harus hadir melindungi peternak rakyat, jangan sampai program peningkatan produksi malah menghancurkan usaha kecil,” tegasnya.
 

Dukung Swasembada, Peternak Harus Sejahtera
 

Sadarestuwati menegaskan Komisi IV DPR mendukung penuh target swasembada pangan nasional yang dijalankan pemerintah.
 

Namun, ia mengingatkan keberhasilan swasembada tidak bisa hanya diukur dari angka produksi semata.
 

Menurutnya, kesejahteraan petani dan peternak sebagai pelaku utama sektor pangan juga harus menjadi indikator utama keberhasilan pemerintah.
 

“Kita ingin produksi meningkat, tapi peternaknya juga harus hidup dan sejahtera,” katanya.
 

Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur
 

Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan telah menyiapkan langkah perlindungan bagi peternak ayam petelur.
 

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram.
 

“HAP-nya Rp26.500 per kilo. Kami meminta seluruh pengumpul dan pembeli telur mengikuti harga acuan tersebut,” ujar Amran.
 

Ketentuan itu mengacu pada Peraturan Bapanas Nomor 6 Tahun 2024 dan diharapkan mampu menjaga harga telur agar tidak jatuh terlalu dalam di tingkat peternak.
 

Ancaman Investor Besar Jadi Sorotan
 

Selain soal harga, DPR juga menyoroti potensi masuknya investor besar yang dikhawatirkan semakin menekan peternak rakyat.
 

Sadarestuwati meminta pemerintah menjaga keseimbangan antara investasi dan keberlangsungan usaha peternak kecil agar sektor peternakan nasional tetap sehat dan berkeadilan.
 

Menurutnya, program pengembangan peternakan harus mampu menciptakan pelaku usaha baru tanpa mematikan peternak yang sudah bertahun-tahun bertahan di lapangan.rajamedia

Komentar: