Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Pastikan Energi Aman di Tengah Ancaman Timteng

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 28 April 2026 | 01:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia - Foto: Dok. Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia - Foto: Dok. Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Senin (27/4/2026). Pertemuan itu digelar untuk memastikan kondisi energi nasional tetap aman dan stabil meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat.
 

Langkah cepat ini menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap potensi dampak konflik global terhadap pasokan energi dalam negeri.
 

Stok BBM dan Minyak Mentah Dipastikan Aman
 

Usai pertemuan, Menteri ESDM menyampaikan bahwa kualitas bahan bakar minyak, baik solar maupun bensin, dalam kondisi baik dan memenuhi standar nasional.
 

Tak hanya itu, stok minyak mentah (crude) untuk kebutuhan kilang nasional juga dipastikan aman dan berada di atas batas minimum cadangan strategis.
 

Pemerintah juga memastikan rantai pasok energi nasional tidak terganggu meski muncul kekhawatiran atas situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital distribusi minyak dunia.
 

Pemerintah Siapkan CNG Jadi Pengganti LPG
 

Dalam rapat tersebut, pemerintah turut membahas solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang masih sangat tinggi.
 

Saat ini kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton.
 

Karena itu, pemerintah sedang memfinalisasi pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu alternatif paling realistis dan efisien.
 

Tiga Strategi Hadapi Krisis Energi Dunia
 

Pemerintah juga menyiapkan tiga strategi utama menghadapi ancaman krisis energi global.
 

Pertama, mengoptimalkan lifting minyak dan gas bumi agar produksi nasional meningkat.
 

Kedua, mempercepat implementasi program biodiesel B50 guna menekan impor solar.
 

Ketiga, mengembangkan bahan bakar berbasis bioetanol E20 untuk bensin sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional.
 

Indonesia Harus Mandiri Energi
 

Melalui kombinasi pengamanan pasokan jangka pendek dan transformasi energi jangka panjang, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya agar Indonesia bukan hanya mampu bertahan menghadapi gejolak global, tetapi juga semakin mandiri dan berdaulat di sektor energi.rajamedia

Komentar: