KPP PKP-BRI Menyala! 966 Pelaku Usaha Naik Kelas Dapat Rp332,5 Miliar
RAJAMEDIA.CO — Bantul — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kembali bikin gebrakan. Pemerintah bersama BP Tapera, BRI, dan Pemda DIY resmi menggelar Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) untuk memperkuat pembiayaan usaha rakyat di sektor perumahan.
Tak tanggung-tanggung, dalam satu kegiatan di Bantul, DIY, penyaluran KPP melalui BRI langsung mencetak rekor mencapai Rp332,5 miliar kepada 966 nasabah.

Kegiatan berlangsung di Gelora Prapto Srimulyo, Bantul, Kamis (4/6/2026), dan dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, BP Tapera, jajaran BRI, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha sektor perumahan.
Ara: KPP Harus Bikin Rakyat Naik Kelas
Menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan Kredit Program Perumahan bukan sekadar soal pembiayaan rumah.
Menurutnya, KPP harus menjadi alat pemberdayaan ekonomi rakyat agar usaha kecil di sektor perumahan bisa berkembang dan naik kelas.

“KPP bukan hanya bicara pembiayaan, tapi bagaimana negara hadir membantu usaha rakyat berkembang,” tegas Ara.
Program ini menyasar kontraktor kecil, toko bangunan, pengembang kecil, produsen material, UMKM, hingga pelaku usaha lain dalam rantai sektor perumahan.
Sektor Perumahan Gerakkan 180 Usaha
Ara menilai sektor perumahan memiliki efek domino luar biasa terhadap ekonomi nasional.
Saat pembangunan rumah bergerak, ratusan sektor usaha ikut hidup.
“Tukang bangunan bekerja, toko material berkembang, UMKM tumbuh, dan lapangan kerja tercipta,” katanya.
Karena itu, pemerintah ingin menjadikan sektor perumahan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
BRI Pecahkan Rekor Penyaluran
Dalam acara tersebut, Ara memberikan apresiasi khusus kepada BRI yang dinilai sukses mempercepat penyaluran pembiayaan sektor perumahan.
“Hari ini BRI mencatat rekor penyaluran KPP Rp332,5 miliar kepada 966 nasabah dalam satu kegiatan,” ujarnya.
Capaian itu disebut menjadi bukti tingginya antusiasme pelaku usaha sektor perumahan untuk berkembang.
Developer hingga Toko Bangunan Kebagian
Penyaluran KPP terbagi dalam dua sektor besar, yakni supply dan demand.
Untuk sisi pasokan (supply), total pembiayaan mencapai Rp145,5 miliar kepada 83 debitur.

Rinciannya:
1. Kontraktor: Rp3,7 miliar
2. Developer: Rp80,3 miliar
3. Toko bangunan: Rp61,5 miliar
Sementara sisi permintaan (demand) mencapai Rp187 miliar kepada 883 debitur.
Menurut Ara, skema ini memperkuat seluruh rantai pasok perumahan dari hulu hingga hilir.
Kuota BRI Naik Jadi Rp12 Triliun
Karena penyaluran yang dinilai sukses, pemerintah memutuskan menaikkan kuota pembiayaan KPP melalui BRI.
Awalnya BRI mendapat kuota Rp8 triliun, kini naik menjadi Rp12 triliun.
“Hingga saat ini realisasi penyaluran sudah mencapai Rp9,3 triliun,” kata Ara.
Pemerintah juga memastikan kolaborasi dengan BP Tapera, perbankan, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat agar akses pembiayaan makin luas.
DPR Dukung Pembiayaan Usaha Rakyat
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengapresiasi langkah pemerintah memperluas akses pembiayaan usaha sektor perumahan.
Menurutnya, kemudahan pembiayaan akan membantu ekonomi rakyat sekaligus memperkuat sektor perumahan nasional.
Melalui program KPP, pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha kecil mampu berkembang, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi rakyat,” tutup Ara.![]()
Politik | 3 hari yang lalu
Peristiwa | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Info Haji | 4 hari yang lalu
Keamanan | 3 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu