Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Negara Darurat Dokter! Pemerintah Siapkan Beasiswa Penuh Kedokteran

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 15 Januari 2026 | 18:36 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat konferensi pers usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para rektor di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). - BPMI Setpres -
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat konferensi pers usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para rektor di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). - BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Pemerintah sedang menyiapkan program pendidikan kedokteran gratis melalui skema beasiswa penuh serta merencanakan pembangunan fakultas dan kampus kedokteran baru. Langkah ini diambil untuk mengatasi kekurangan dokter yang mencapai puluhan ribu di Indonesia.
 

“Ya itu tadi yang saya sampaikan itu. Jadi dalam program itu akan direncanakan full scholarship, artinya beasiswa penuh,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para rektor di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
 

Prasetyo menjelaskan, pemerintah akan menempuh dua langkah utama, yaitu memperluas daya tampung pendidikan kedokteran yang ada dan membangun institusi pendidikan kesehatan baru.
 

Perluasan Daya Tampung dan Pembangunan Fakultas Baru
 

Langkah pertama adalah dengan memperbesar kapasitas penerimaan mahasiswa program studi kedokteran, termasuk pendidikan dokter spesialis. Langkah kedua adalah dengan memberanikan diri mendirikan fakultas dan kampus baru yang mencakup berbagai bidang kesehatan.
 

“Memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri. Mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum,” kata Prasetyo.
 

Ia menyebut, pendirian fakultas baru ini akan mencakup kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan. Untuk lokasi dan jumlah pastinya, pemerintah masih melakukan kajian dan identifikasi.
 

Kekurangan Dokter Capai 20.000, Rencana Kerja Sama dengan Luar Negeri
 

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisantek) Stella Christy menyampaikan, Presiden Prabowo secara langsung menanyakan angka kekurangan dokter di Indonesia, yang dijawab mencapai 20.000 orang.
 

“Presiden menanyakan secara tepat berapa kekurangannya. Kemudian dijawab oleh Bapak Mendiktisantek, 20 ribu angkanya,” kata Stella.
 

Stella menambahkan, pemerintah juga merencanakan pembangunan kampus kedokteran melalui kerja sama dengan perguruan tinggi asing untuk menjaga kualitas pendidikan. Pengembangan ini juga harus dibarengi dengan kemajuan sains dan teknologi medis.
 

Presiden telah mencetuskan rencana pembangunan sepuluh kampus baru, yang sebagian di antaranya akan dikhususkan untuk bidang medis dan kedokteran.rajamedia

Komentar: