Puasa Doxing
RAJAMEDIA.CO - BANGSA Indonesia memiliki kebiasaan berselancar di dunia maya. Penelusuran AI menemukan data rata-rata orang Indonesia menggunakan internet antara 7 jam 22 menit sampai 7 jam 38 menit per hari. Jauh di atas rata-rata dunia selama 4 jam 38 menit.
Hampir sepertiga waktu dalam sehari dihabiskan di depan layar ponsel, tab, atau laptop untuk mengakses media sosial dan konten video seperti TikTok, Youtube, dan lain-lain.
Di bulan Ramadan, bisa jadi penggunaan internet meningkat. Banyak waktu luang karena jam kerja berkurang. Banyak asyik ngabuburit digital dengan bermedia sosial. Selain menghabiskan waktu, bermedia sosial bisa juga membuat seseorang tergelincir melakukan ghibah digital. Waktu terbuang percuma (laghw).
Ghibah adalah perbuatan membicarakan aib, keburukan, kekurangan, atau perbuatan orang lain di belakang atau tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan. Hal yang dibicarakan bisa jadi benar adanya, fakta, dan realita.
Ghibah adalah akhlak tercela. Al-Qur'an mengibaratkan ghibah laksana memakan bangkai saudara (Qs. Al-Hujurat [49]: 12). Suatu perbuatan yang seharusnya ditinggalkan jauh-jauh.
Hukum ghibah digital sama dengan ghibah tradisional atau konvensional. Bahkan, karena ghibah digital dilakukan dengan teknologi canggih dengan jangkauan luas dan masif, dosanya mungkin lebih berat. Ghibah konvensional yang dilakukan dengan lisan bersama teman atau komunitas terbatas. Dosanya mungkin lebih ringan.
Salah satu bentuk ghibah digital adalah doxing, yaitu mencari, mengumpulkan, dan menyebar luaskan data pribadi seseorang. Sebagian data pribadi itu berupa kekurangan, aib, atau perbuatan tidak terpuji yang dilakukan seseorang.
Pada umumnya doxing bertujuan framing tidak baik seperti persaingan karir, rivalitas politik, dendam pribadi, dll. Dalam istilah Al-Qur'an doxing hampir sama dengan tajassus, perbuatan tercela yang dapat merusak persahabatan, persatuan, dan menimbulkan perpecahan.
Ghibah digital dan doxing dapat dikategorikan sebagai perbuatan zur yang merusak ibadah puasa. Dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan keji dan perbuatan keji (zur), Allah tidak peduli orang itu meninggalkan makan dan minum (berpuasa)."
Ramadan adalah kesempatan emas meraih kemuliaan dengan beribadah dan menempa diri dengan akhlak mulia (karimah). Saatnya puasa doxing dengan menjauhi dan meninggalkan ghibah, tajassus, dan zur agar puasa tidak sia-sia.
Abdul Mu’ti, Mendikdasmen RI![]()
Nasional 6 hari yang lalu
Daerah | 1 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Dunia | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu


