Temu Kangen Aktivis UIN Ciputat, Bukber Jadi Ajang Reuni Lintas Generasi
RAJAMEDIA.CO - Ciputat – Bukan sekadar buka puasa bersama. Temu Kangen Aktivis Ciputat lintas organisasi angkatan 2000-an yang digelar Rabu, 25 Februari 2026 di Wisma Syahida Inn, kawasan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berubah menjadi forum konsolidasi moral alumni.
Sejak sore hari, para alumni dan aktivis yang dulu mewarnai dinamika gerakan mahasiswa memadati lokasi. Suasana hangat penuh nostalgia terasa kental. Obrolan ringan, canda lama, hingga diskusi serius tentang arah bangsa mengalir tanpa sekat organisasi.
Ciputat seakan kembali ke masa kejayaan diskursusnya—namun dengan wajah yang lebih matang.
Prof. Amsal: Alumni Jangan Terputus oleh Zaman
Dalam tausiyah Ramadan, Amsal Bakhtiar menegaskan pentingnya kesinambungan peran alumni UIN dalam menjaga marwah intelektual dan kontribusi kebangsaan.
Menurutnya, alumni tidak boleh tercerai-berai hanya karena perbedaan pilihan politik atau posisi jabatan.

“Silaturahmi harus terus dijaga. Alumni UIN harus memiliki kesinambungan gerakan dan pemikiran. Jangan terputus oleh zaman,” tegasnya.
Ia mengingatkan, Ciputat memiliki sejarah panjang sebagai kawah candradimuka kader bangsa. Karena itu, jejaring alumni harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang tetap hidup dan relevan.
Peran Strategis Berbagai Bidang
Ciputat bukan ruang kosong. Dari rahim intelektual ini lahir sejumlah tokoh yang kini memegang posisi strategis di berbagai bidang; akademisi, pengusaha, praktisi, pengamat politik,eksekutif, parlemen, yudikatif dan seterusnya.
Yang terbaru di era pemerintahan Prabowo-Gibran ada Abdul Mu'ti (Mendikdasmen), Tb. Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lemhannas RI), Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan), Mochammad Afifuddin (Ketua KPU RI), Rizaluddin Kurniawan (Komisioner BAZNAS) -

Terpantau dalam silatuahmi lintas organisasi aktivis ciputat terpantau, Waketum IKALUIN Jakarta Miftach, Anggota DPRD Tangsel Badrusallam, Presiden LIRA Andi Syafrani, pengamat politik Adi Prayitno, praktisi media Dede Zaki Mubarok.
Tak ketinggalan pengusaha muda tambang Muhammad Ridwan—yang juga menjabat Ketua Umum Partai—serta Kiyai Kuntum Khairu Basya - pimpinan pesantren Albasya di Kalimantan. Aktivis muda dari HMI, PMII, dan IMM juga turut meramaikan forum lintas generasi ini.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa aktivisme kampus bukan romantisme masa lalu. Ia telah bertransformasi menjadi pengabdian nyata di berbagai lini strategis.
Bukan Sekadar Nostalgia
Kiyai Kuntum menegaskan, pertemuan ini bukan reuni biasa.
“Ini ikhtiar merawat jejaring dan memastikan kontribusi alumni UIN terus berlanjut untuk umat dan bangsa,” ujarnya.

Senada, Muhammad Ridwan menilai silaturahmi ini penting sebagai motivasi bagi generasi muda.
“Adik-adik bisa menyerap pengalaman, memperluas jejaring, dan melihat bahwa aktivisme punya masa depan,” katanya.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah, para aktivis lintas generasi itu sepakat: Ciputat bukan hanya tempat belajar. Ia adalah ruang pembentukan karakter, gagasan, dan komitmen kebangsaan—yang tak boleh terputus oleh waktu.![]()
Daerah 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
