Tak Perlu ke Iran, Prabowo Mestinya Kembali ke AS untuk Menegur Langsung Donald Trump
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Geopolitik - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. M. Din Syamsuddin mengecam keras Amerika Serikat dan Israel menyusul serangan militer yang dilancarkan kedua negara tersebut kepada Iran kemarin (Sabtu, 28/2).
Dia menyebut serangan itu sebagai bentuk intervensi dan agresi ke teritorial negara lain dan mengganggu kedaulatan sebuah negara. "Serangan tersebut tidak dapat dibenarkan (unjustified), melanggar hukum internasional, dan merupakan bentuk terorisme nyata," jelas Din (Minggu, 1/3).
Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini mengingatkan konflik Israel-Amerika Serikat vs Iran berpotensi menyulut perang regional bahkan perang global (perang dunia ketiga), serta memporak-porandakan Dunia Islam.
Dia pun mendesak negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk saatnya menunjukkan solidaritas terhadap sesama anggota dengan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan menentang segala bentuk serangan atas kedaulatan negara Islam.
Dorong Indonesia Mainkan Politik Bebas Aktif
Prof. M. Din Syamsuddin juga menyoroti posisi Indonesia di tengah ketegangan yang kini melanda Timur Tengah. Dalam menghadapi eskalasi itu, dia mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk saatnya menerapkan politik luar negeri bebas aktif sesuai amanat konstitusi dengan tidak condong kepada AS-Israel.
"Presiden Prabowo dituntut keberaniannya untuk menegur Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan PM (Israel) Netanyahu agar tidak bermain api mengobarkan perang karena akan tersulut ke muka sendiri," ungkapnya.
Karena itu menurutnya, Presiden Prabowo yang baru pulang dari AS untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) bentukan Donld Trump, sebaiknya kembali ke Washington DC agar menyampaikan secara langsung teguran tersebut. Bukan malah berniat ke Teheran untuk menjadi mediator dalam meredakan ketegangan.
"Seyogyanya Presiden Prabowo tidak ke Teheran, tapi balik ke Washington DC," kata Ketua Umum MUI Pusat ini menekankan.
Dia menegaskan Indonesia dan Negara-Negara Anggota OKI harus mendesak PBB untuk mencegah perang dan menindak tegas pemimpin negara-negara yang selama ini menjadi "biang kerok" (problem maker) perdamaian dunia sejati yaitu Donald Trump dan Netanyahu.
BoP hanya Kamuflase
Lebih jauh Prof. M. Din Syamsuddin menyoroti tajam keberadaan Board of Peace. Dia menegaskan serangan Israel-AS ke Iran sebagai pendukung setia Palestina menunjukkan secara nyata bahwa Board of Peace bikinan Presiden Donald Trump adalah kamuflase agar Israel dapat leluasa menguasai Palestina.
"Terbukti Israel semakin menjajah dan menyerang Palestina dan anggota Board of Peace justeru bungkam. Serangan ke Iran adalah bagian dari pelemahan pendukung utama Palestina," tandas Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) ini.
Prabowo Bersedia Bertolak ke Teheran
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog dan melakukan mediasi guna meredam ketegangan militer di Timur Tengah. Presiden Prabowo bahkan disebut bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua belah pihak menyetujui langkah mediasi.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis Kemlu RI dalam akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026).![]()
Daerah 6 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu