Anggota DPD RI Kecam Cara-Cara Licik Israel Perluas Kendali di Tepi Barat
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Palestina - Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh mengapresiasi konsistensi dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap perjuangan rakyat Palestina. Terbaru Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar misalnya mengajak umat agar di bulan Ramadhan penuh berkah saat ini juga mendoakan untuk kemerdekaan rakyat Palestina.
"(Saya) sangat setuju. MUI telah mengambil peran yang tepat sebagai rumah besar kaum muslimin, tenda besar kaum muslimin, mengimbau agar semua pihak mendoakan (kemerdekaan) Palestina," jelas KH Muhammad Nuh saat dihubungi sesaat lalu (Kamis, 26/2).
"Ini juga meluruskan ketika tokoh-tokoh kita di MUI keras terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Israel lalu dijanjikan akan dibangun gedung 40 tingkat di tempat yang sangat strategi, seolah (MUI) akan bungkam, ternyata tidak," sambungnya.
Lebih jauh dia menjelaskan dukungan kepada rakyat Palestina harus terus digelorakan. Terlebih Israel semakin menunjukkan nafsu penjajahannya di bumi Palestina. Terbaru, Israel mendaftarkan wilayah luas di Tepi Barat yang kepemilikannya tidak bisa dibuktikan rakyat Palestina sebagai milik negara.
KH Muhammad Nuh mengecam cara-cara licik Israel dalam berusaha menganeksasi Palestina tersebut. "Sebenarnya kan mereka yang datang, mereka yang merampok, mereka yang menjajah. Enak saja (rakyat Palestina diminta membuktikan kepemilikan tanah)," ungkap senator dari Sumatera Utara ini.
Dia menegaskan sebagai sebuah sikap kompromi, pihaknya memang mendukung opsi two state solution (solusi dua negara) untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di antara kedua negara tersebut. Namun dia menyayangkan kalau Israel masih terus berusaha memperluas kendalinya di Palestina.
"Jadi kalau Presiden Prabowo mengatakan asalkan mereka (Israel) mau mengakui Palestina, kita juga bisa mengakui mereka, tentu itu pernyataan yang saya pikir solusi. Karena memang (dengan two state solution), secara substansial berarti Palestina sudah merdeka," ucapnya.
"Tapi kan sampai sekarang enggak, mereka buat (muslihat) ini, buat itu dan sebagainya (untuk menguasai Palestina). Akalnya memang banyak. Tapi insya-Allah kaum muslimin juga peka, saudara-saudara kita di Palestina juga tentu saja tidak semudah terkecoh," tegasnya.
Dia pun mendorong Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk benar-benar maksimal dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump.
"Adapun keterlibatan (Indonesia) di BoP adalah terobosan. Istilahnya, supaya bisa berjuang dari dalam. Saya pikir secara asal, tentu saja kita memaklumi bahwa dengan demikian, posisi Indonesia mudah-mudahan punya posisi tawar yang baik," katanya menekankan.
"Tapi bukan berarti kemudian kita larut. Prinsip-prinsip kedaulatan rakyat kita, kemudian juga keberpihakan kita kepada negara yang dijajah itu adalah hal yang final bagi kita. Karena itu amanat konstitusi, jelas ada di alinea pertama pembukaan UUD 1945," sambungnya.
Dia yakin Presiden Prabowo seperti juga pemimpin-pemimpin Indonesia sebelumnya sejak Bung Karno berkomitmen mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina tersebut.
"Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Prabowo, baik itu di publik, maupun kepada tokoh-tokoh Islam bahwa insya-Allah Indonesia tidak akan mengesampingkan dan melanggar Undang-Undang Dasar kita sendiri yang mengamanatkan harus punya keterlibatan. Perjalanan sejarah kita jelas berpihak kepada Palestina," demikian KH Muhammad Nuh.![]()
Daerah 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
