Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Yakin Tidak Efektif Wujudkan Perdamaian di Palestina, MUI Desak Indonesia Keluar dari BoP

Laporan: Zulhidayat Siregar
Minggu, 01 Maret 2026 | 23:32 WIB
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar - ist
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar - ist

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti tajam keberadaan Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul serangan militer yang dilancarkan AS bersama Israel ke Iran. Karena dengan pengerahan kekuatan militer itu, visi BoP untuk mewujudkan perdamaian di bumi Palestina menjadi diragukan.


Sikap tegas tersebut disampaikan secara resmi dalam Tausiah MUI yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. Tausiah MUI bernomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 ini dirilis hari ini.


"Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar, yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau, justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?"


Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Sebab yang terjadi justru sebaliknya, Trump bersama Israel menyerang Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.


Pihak MUI menegaskan demikian karena menduga kuat motif strategis serangan AS-Israel tersebut sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.


"Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina."


Sejalan dengan itu, MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal dalam upaya menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. "MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudhorotan global."


Terakhir, MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan Qunut Nazilah, secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.rajamedia

Komentar: