Mori Hanafi Desak KSOP Inspeksi Total Kapal Wisata di NTB
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Rentetan kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo menjadi alarm keras bagi keselamatan pelayaran nasional.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mendesak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh kapal komersial dan kapal wisata yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Mori, langkah tegas ini mutlak diperlukan mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem jauh hari sebelumnya, termasuk potensi gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah perairan.
Peringatan Cuaca Tak Boleh Diabaikan
Mori menegaskan, ketika peringatan cuaca sudah diumumkan secara resmi, maka tidak boleh ada ruang bagi kelalaian di lapangan. Kepatuhan terhadap larangan berlayar, kelayakan teknis kapal, kesiapan awak, hingga kelengkapan alat keselamatan harus menjadi standar mutlak.
“Karena peringatan cuaca sudah disampaikan jauh hari, maka tidak boleh ada kelalaian di lapangan. Kepatuhan terhadap larangan berlayar, kelayakan kapal, kesiapan awak, serta kelengkapan alat keselamatan harus ditegakkan,” ujar Mori dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
NTB Destinasi Dunia, Keselamatan Prioritas
Sebagai anggota komisi yang membidangi transportasi dan keselamatan pelayaran, Mori menekankan bahwa NTB merupakan destinasi pariwisata kelas dunia. Kawasan Gili Tramena, khususnya, menjadi pusat aktivitas wisata bahari yang melibatkan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ia mengingatkan, pesona alam dan keindahan laut harus sejalan dengan jaminan rasa aman bagi para wisatawan.
“Keindahan destinasi harus diiringi rasa aman. Jangan sampai kejadian serupa Labuan Bajo terjadi di NTB. Negara harus hadir melalui pengawasan yang tegas dan konsisten demi melindungi wisatawan,” tambah politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Pengawasan Harus Rutin, Bukan Reaktif
Mori juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kapal wisata tidak boleh bersifat insidental atau reaktif setelah terjadi kecelakaan. Menurutnya, inspeksi harus dilakukan secara rutin, menyeluruh, dan berlapis, terutama saat cuaca ekstrem dan meningkatnya aktivitas pariwisata laut.
Langkah preventif ini dinilai penting tidak hanya untuk mencegah terulangnya kecelakaan, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik serta reputasi NTB sebagai destinasi wisata yang aman, bertanggung jawab, dan berkelas dunia.![]()
Nasional | 8 jam yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Olahraga | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
