Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Batam Tancap Gas! Banggar DPR Puji Lonjakan Penerimaan Negara

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 05 Juli 2026 | 20:22 WIB
Pimpinan Delegasi Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie - Humas DPR -
Pimpinan Delegasi Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Batam, Legislator — Di tengah perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan sengitnya persaingan kawasan Asia Tenggara, Batam justru menunjukkan performa yang membanggakan.
 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau yang dinilai berhasil menjaga tren positif penerimaan negara sepanjang semester pertama 2026.
 

Apresiasi itu disampaikan saat rombongan Banggar DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Batam, Jumat (3/7/2026).
 

"Kinerja DJP dan Bea Cukai Patut Diapresiasi"
 

Pimpinan Delegasi Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menilai capaian yang diraih DJP dan DJBC Kepulauan Riau layak mendapat dukungan penuh.
 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan Batam tetap menjadi salah satu motor penting penerimaan negara meski dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi.
 

"Kita patut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap peningkatan kinerja Kantor Wilayah DJP dan DJBC Batam," ujar Syarief.

Kunjungan kerja tersebut diikuti 18 anggota Banggar DPR RI serta dihadiri Direktur Jenderal Bea dan Cukai beserta jajaran, pimpinan Kanwil DJP dan DJBC Kepulauan Riau, hingga Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.
 

Potensi Batam Dinilai Masih Sangat Besar
 

Syarief menegaskan, capaian saat ini belum mencerminkan seluruh potensi ekonomi Batam.
 

Sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional, Batam memiliki ribuan perusahaan manufaktur dan industri yang menjadi sumber penerimaan perpajakan maupun kepabeanan.
 

Menurutnya, ruang untuk meningkatkan penerimaan negara masih terbuka sangat lebar.
 

"Batam memiliki ribuan perusahaan industri dan manufaktur. Potensi perpajakan maupun kepabeanannya masih sangat besar," katanya.
 

Tak heran jika Batam disebut sebagai salah satu gerbang utama perdagangan internasional Indonesia dengan aktivitas ekspor-impor yang berlangsung setiap hari.
 

Pendapatan Negara Tumbuh Hampir 39 Persen
 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, memaparkan bahwa kinerja fiskal Kepulauan Riau sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan tren yang sangat positif.
 

Hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp9,255 triliun, atau tumbuh 38,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 

Rinciannya:
 

1. Penerimaan perpajakan: Rp6,969 triliun (naik 28,65 persen) 

2. PNBP: Rp2,287 triliun (melonjak 82,47 persen) 
 

Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi di Batam masih terus bergerak positif.
 

Coretax Dinilai Dongkrak Kepatuhan Wajib Pajak
 

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Kepulauan Riau mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak hingga akhir Juni telah mencapai Rp6,47 triliun, atau sekitar 32,81 persen dari target tahunan.
 

Pajak Penghasilan (PPh) masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan negara di Kepulauan Riau, sejalan dengan karakteristik Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ).
 

Ia juga menilai implementasi Coretax mulai memberikan dampak nyata.
 

Selain meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak, sistem tersebut dinilai mampu mempersempit ruang praktik penghindaran pajak (tax evasion).
 

Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BP Batam pun terus diperkuat, terutama dalam pengawasan pemberian fasilitas tax holiday kepada para investor.
 

Tax Allowance Diminta Dievaluasi
 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Banggar DPR RI Puteri Komarudin meminta BP Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tax allowance yang selama ini diberikan kepada investor.
 

Menurutnya, insentif fiskal harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan investasi, terutama pada sektor-sektor strategis.
 

"Perlu dievaluasi apakah tax allowance yang diberikan benar-benar efektif mendorong investasi, khususnya di sektor strategis seperti air bersih dan kelistrikan," ujarnya.
 

Evaluasi tersebut dinilai penting agar setiap insentif yang diberikan negara mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal bagi Batam maupun Indonesia secara keseluruhan.
 

RAJA MEDIA | Parlemen • Ekonomirajamedia

Komentar: