Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menteri PKP Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra Mulai Juni

Laporan: Halim Dzul
Senin, 25 Mei 2026 | 21:33 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait - Foto: Dok Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait - Foto: Dok Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
 

Pemerintah saat ini memperkuat koordinasi lintas lembaga agar proses pembangunan berjalan cepat dan tetap akuntabel.
 

“Kami juga membuka berbagai opsi kerja sama, termasuk dengan Semen Indonesia dan Semen Padang. Kami targetkan tanggal 1 atau paling lambat 2 Juni sudah ada timeline jelas sampai pembangunan bisa berjalan,” kata Maruarar usai Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/5/2026).
 

Libatkan LKPP hingga Aparat Penegak Hukum
 

Maruarar mengatakan koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak mulai dari LKPP, aparat penegak hukum, hingga BPK dan BPKP.
 

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memastikan tata kelola pembangunan hunian tetap berjalan baik dan transparan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung percepatan pembangunan rumah bagi korban bencana.
 

Ribuan Unit Rumah Sedang Dibangun
 

Selain pembangunan yang didukung pemerintah, proyek hunian tetap yang dibantu Yayasan Buddha Tzu Chi juga terus berjalan.
 

Maruarar menyebut dalam waktu dekat pemerintah akan kembali menyerahkan unit rumah kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
 

Secara keseluruhan, saat ini terdapat sekitar 2.603 unit hunian tetap yang sedang dalam proses pembangunan.
 

Sebagian rumah disebut sudah selesai dan diserahkan kepada masyarakat sejak dua bulan lalu.
 

Pemerintah Soroti Lokasi Hunian
 

Maruarar menekankan pembangunan hunian tetap tidak hanya fokus pada jumlah rumah, tetapi juga lokasi yang mendukung kehidupan masyarakat.
 

Menurutnya, rumah yang dibangun terlalu jauh dari pusat aktivitas berisiko tidak ditempati warga.
 

“Kalau rumah dibangun terlalu jauh dari ekosistem, seperti pasar, sekolah, atau tempat kerja, itu berisiko tidak dihuni,” ujarnya.
 

Ia mengatakan pembangunan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, BUMN, dukungan data dari Badan Pusat Statistik, hingga penyediaan lahan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
 

"Infrastruktur Umumnya Sudah Pulih"
 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut progres penanganan pascabencana di Sumatra sejauh ini berjalan cukup baik.
 

Menurut Tito, layanan dasar seperti listrik, BBM, hingga internet di sebagian besar wilayah sudah kembali normal.
 

“Listrik, BBM, internet umumnya semuanya sudah berjalan lancar, kecuali desa yang terisolir karena jalannya longsor,” kata Tito.rajamedia

Komentar: