Ara dan Danantara Tancap Gas Program 3 Juta Rumah, KPR FLPP 5% Tetap Aman
RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Maruarar usai menghadiri rapat koordinasi bersama Danantara Indonesia pada Jumat (19/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai strategi percepatan pembangunan dan pembiayaan perumahan dibahas secara mendalam.
Bahas Meikarta hingga Legalitas Tanah
Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan rapat koordinasi bersama Danantara Indonesia fokus membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengembangan rumah susun di kawasan Meikarta, termasuk percepatan proses due diligence terkait legalitas tanah.
Selain itu, pemerintah juga membahas optimalisasi aset rumah susun milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program perumahan nasional.
"Hari ini kami menghadiri rapat koordinasi bersama Danantara Indonesia untuk membahas percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi arahan dan prioritas Presiden Prabowo Subianto," kata Ara dalam keterangannya.
Pembiayaan Perumahan Jadi Fokus
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas penguatan skema pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Program Kredit Perumahan (KPP).
Ara menegaskan akses pembiayaan menjadi salah satu kunci utama agar masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dapat memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar target pembangunan dan kepemilikan rumah bagi masyarakat bisa tercapai sesuai rencana.
Bunga FLPP Tetap 5 Persen
Di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), Ara memastikan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat.
Pemerintah, kata dia, tetap mempertahankan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP sebesar 5 persen agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak terbebani.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus mematangkan kebijakan tenor kredit hingga 40 tahun guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
"Meskipun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, pemerintah tetap hadir dan berpihak kepada rakyat. Bunga KPR FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen dan kebijakan tenor hingga 40 tahun terus kami siapkan," ujarnya.
Optimistis Target 3 Juta Rumah Tercapai
Ara juga menyampaikan apresiasi kepada Danantara Indonesia, BP Tapera, BUMN, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Menurutnya, sinergi yang kuat antarinstansi menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami optimistis target Program 3 Juta Rumah dapat tercapai serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia," tutup Ara.![]()
Olahraga | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu