Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, DPR Tekankan Pengganti yang Lebih Modern

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh - Ilustrasi RMN -
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendukung rencana pemerintah menjual KRI Ki Hajar Dewantara, kapal latih milik TNI Angkatan Laut (TNI AL), sebagai bagian dari langkah peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
 

Menurut Oleh, penghapusan atau penjualan alutsista yang sudah berusia tua dapat menjadi bagian dari strategi modernisasi pertahanan, terutama jika biaya pemeliharaannya semakin tinggi sementara kemampuan operasionalnya menurun.
 

Alutsista Tua Perlu Dievaluasi
 

Oleh mengatakan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alutsista yang telah berusia puluhan tahun.
 

“Kalau memang kapal tersebut sudah berusia tua dan biaya pemeliharaannya sangat tinggi, saya mendukung untuk dilakukan penghapusan atau penjualan. Ini bagian dari peremajaan alutsista TNI,” ujar Oleh dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
 

Menurut politikus Fraksi PKB tersebut, mempertahankan alutsista tua tanpa mempertimbangkan kemampuan operasional dan biaya pemeliharaan justru dapat menjadi beban bagi pertahanan negara.
 

Jangan Sampai Membahayakan Prajurit
 

Oleh juga menyoroti aspek keselamatan prajurit dalam penggunaan alutsista yang telah berusia tua.
 

Ia menilai alutsista yang kemampuan operasionalnya sudah menurun tidak semestinya dipaksakan untuk terus digunakan apabila biaya perawatannya tidak lagi sebanding dengan manfaat yang diberikan.
 

“Alutsista yang sudah uzur memang tidak bisa dipaksakan untuk terus digunakan. Kalau kemampuan operasionalnya sudah menurun dan pemeliharaannya membutuhkan biaya besar, justru harus dievaluasi. Jangan sampai dipaksakan kemudian membahayakan jiwa prajurit,” tegasnya.
 

KRI Ki Hajar Dewantara Diusulkan Dihapus Sejak 2017
 

Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebelumnya menyampaikan rencana penjualan KRI Ki Hajar Dewantara.
 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, kapal tersebut telah diusulkan untuk dihapus sejak 2017 karena faktor usia dan tingginya biaya pemeliharaan.
 

KRI Ki Hajar Dewantara merupakan kapal yang dibuat pada era 1980-an. Usianya yang telah mencapai puluhan tahun menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengusulkan penghapusan kapal tersebut dari daftar alutsista aktif.
 

Penjualan Harus Transparan
 

Rencana penjualan KRI Ki Hajar Dewantara sebelumnya telah diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) Nomor R-33 kepada DPR RI.
 

Surpres tersebut dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027 pada Selasa (18/8/2026).
 

Oleh menegaskan, proses penghapusan maupun penjualan alutsista harus dilakukan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 

Namun, ia mengingatkan bahwa modernisasi tidak boleh berhenti pada penjualan alutsista lama.
 

Jangan Jual Lama Tanpa Pengganti
 

Menurut Oleh, pemerintah harus memastikan adanya alutsista pengganti yang lebih modern dan memiliki kemampuan operasional lebih baik.
 

“Yang paling penting bukan sekadar menjual alutsista lama, tetapi bagaimana hasilnya kemudian mendukung program peremajaan. Jangan sampai alutsista lama dilepas, tetapi penggantinya tidak disiapkan,” katanya.
 

Ia berharap pemerintah menjalankan modernisasi pertahanan secara bertahap dan terukur sehingga kekuatan TNI tetap mampu menjawab kebutuhan strategis nasional.
 

Modernisasi TNI AL Jadi Prioritas
 

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Indonesia membutuhkan kekuatan maritim yang tangguh dan modern.
 

Oleh menilai modernisasi TNI AL harus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan pertahanan nasional. Kapal perang yang digunakan prajurit harus memiliki teknologi yang sesuai perkembangan zaman, aman, serta mampu mendukung pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan negara.
 

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah laut yang sangat luas. Karena itu, modernisasi kekuatan TNI AL harus menjadi prioritas. Prajurit kita harus dibekali alutsista yang layak, modern, dan aman untuk menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: