Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BAZNAS Dorong Transformasi Digital Fundraising, Bangun Ekosistem ZIS Terintegrasi

Laporan: Firman
Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:54 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengikuti penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026 yang diselenggarakan Majalah SWA dan Business Digest. Dalam ajang tersebut, BAZNAS memaparkan transformasi digital fundraising melalui pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan kanal, data, komunitas, teknologi, dan pengalaman muzaki.
 

Sebelumnya, BAZNAS RI meraih predikat Excellent dalam Indonesia Digital Marketing Champion 2025 pada ajang SWA 2025 yang diselenggarakan Majalah SWA dan Business Digest.
 

Digitalisasi Didorong Perkuat Tata Kelola Zakat
 

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam penguatan pengelolaan zakat nasional.
 

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS.
 

“Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola agar pengelolaan zakat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis, Senin (6/10/2026).
 

Ia mengatakan pengalaman masyarakat ketika berinteraksi dengan layanan BAZNAS menjadi perhatian penting dalam pengembangan strategi digital.
 

Karena itu, BAZNAS terus menyempurnakan sistem dan layanan berbasis teknologi agar masyarakat memperoleh kemudahan, kenyamanan, dan keamanan dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
 

Kepercayaan Muzaki Jadi Fondasi
 

Rizaludin menegaskan inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola.


“Kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Karena itu, inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola yang profesional,” katanya.
 

Menurutnya, transformasi digital tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan aktivitas transaksi, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan muzaki.
 

BAZNAS Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Tambah Kanal
 

Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI Fahrudin menjelaskan strategi digital fundraising BAZNAS diarahkan untuk menjawab sejumlah tantangan.
 

Di antaranya, perjalanan muzaki yang masih tersebar di berbagai kanal, kesenjangan antara data dan aksi, tantangan konversi dan retensi, serta keterbatasan jangkauan kanal yang dimiliki sendiri.
 

“Tantangan kami bukan sekadar bagaimana menambah kanal digital, tetapi bagaimana mengubah berbagai kanal tersebut menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi muzaki,” ujar Fahrudin.
 

Empat Strategi Digital Fundraising
 

Menurut Fahrudin, strategi tersebut diterjemahkan melalui empat arah utama, yakni Scale the Reach, Scale the Participation, Scale the Conversion, dan Scale the Experience.
 

Pendekatan ini memungkinkan BAZNAS tidak hanya memperluas jangkauan fundraising, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam gerakan fundraising, memanfaatkan data untuk meningkatkan konversi, serta membangun pengalaman digital yang lebih terintegrasi.
 

Dalam implementasinya, BAZNAS mengembangkan multiplatform digital fundraising melalui kanal internal maupun kolaborasi dengan berbagai platform digital.
 

Bermitra dengan Lebih dari 100 Platform
 

BAZNAS saat ini telah bermitra dengan lebih dari 100 aplikasi online untuk menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara digital.
 

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menunaikan ZIS melalui berbagai titik interaksi yang relevan dengan kehidupan digital mereka. Jadi, BAZNAS tidak hanya hadir melalui owned platform, tetapi juga melalui ekosistem mitra dan berbagai platform digital,” kata Fahrudin.
 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas titik akses masyarakat dalam menunaikan ZIS melalui kanal digital yang dekat dengan aktivitas sehari-hari.
 

Dari Transaksi Menuju Hubungan Jangka Panjang
 

Fahrudin menegaskan keberhasilan digital fundraising tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang melihat atau berinteraksi dengan konten BAZNAS.
 

Lebih jauh, komunikasi digital diarahkan untuk membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan muzaki.
 

“Yang kami bangun bukan sekadar kanal untuk menerima donasi, tetapi sebuah ekosistem yang memungkinkan lebih banyak orang, platform, dan komunitas untuk bersama-sama menciptakan dampak,” ujarnya.
 

Menurut Fahrudin, data dan transaksi diharapkan dapat berkembang menjadi hubungan jangka panjang, pertumbuhan pengumpulan, sekaligus dampak sosial.
 

Teknologi untuk Memperkuat Makna Berzakat
 

Strategi tersebut sejalan dengan arah transformasi digital BAZNAS yang menempatkan digital fundraising sebagai platform transformasi, dari sekadar layanan transaksi menuju pengalaman dan pendampingan muzaki.
 

Dalam materi presentasinya, BAZNAS menegaskan teknologi tidak hanya diarahkan untuk mempermudah transaksi, tetapi juga memperdalam makna berzakat dan membangun hubungan yang lebih bermakna dengan muzaki.
 

Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital BAZNAS diarahkan bukan hanya untuk memperluas jangkauan layanan, tetapi juga membangun ekosistem ZIS yang semakin terhubung antara teknologi, data, kanal digital, komunitas, dan kepercayaan muzaki.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: