Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ketua Komisi VII DPR RI  Ingatkan Dampak Pembangunan Perumahan di Tangsel

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:24 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay - Humas DPR RI -
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Tangsel, Kunker — Pesatnya pembangunan kawasan perumahan di Kota Tangerang Selatan mulai mendapat sorotan dari DPR RI. Pengembangan properti dinilai harus dibarengi dengan perencanaan tata wilayah dan infrastruktur transportasi yang matang agar tidak memicu kemacetan baru.
 

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada pembangunan kawasan hunian, tetapi juga memikirkan dampak lalu lintas yang ditimbulkan.
 

Hal itu disampaikan Saleh usai memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2026).
 

Ciputat–Pondok Cabe Sudah Padat
 

Menurut Saleh, beberapa wilayah di Tangerang Selatan saat ini sudah mengalami kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi, terutama pada jam sibuk di pagi hari.
 

Kawasan seperti Ciputat dan Pondok Cabe disebut menjadi titik yang paling terasa dampaknya bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas.
 

“Yang paling utama juga harus dipikirkan pemerintah adalah bagaimana pengembangan itu tidak menimbulkan kemacetan. Kota Tangerang Selatan ini, terutama Ciputat dan Pondok Cabe, kalau pagi hari luar biasa macetnya,” ujar Saleh.
 

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah jika pembangunan kawasan permukiman terus diperluas di wilayah tersebut.
 

Perumahan Baru Berpotensi Tambah Macet
 

Saleh menjelaskan, pembukaan kawasan perumahan baru tanpa dukungan infrastruktur yang memadai berpotensi memperparah kemacetan yang sudah terjadi saat ini.
 

Menurutnya, lonjakan jumlah kendaraan dari kawasan hunian baru bisa berdampak langsung pada mobilitas masyarakat yang setiap hari berangkat bekerja atau beraktivitas di pagi hari.
 

“Kalau pengembangan perumahan terus diarahkan ke wilayah itu, maka tantangannya bagaimana pemerintah bisa menjamin tidak ada kemacetan. Jangan sampai pembangunan justru membuat kondisi lalu lintas semakin padat,” jelas politisi PAN tersebut.
 

Usul Underpass di Sekitar UIN
 

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Saleh mendorong pemerintah daerah menyiapkan solusi infrastruktur yang konkret.
 

Salah satu yang diusulkan adalah pembangunan underpass di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk di sekitar kawasan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang selama ini menjadi pusat aktivitas pendidikan dan lalu lintas masyarakat.
 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti underpass dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman yang lebih tertata.
 

“Dengan infrastruktur yang memadai, pengembangan kawasan perumahan tetap bisa berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: