Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Gedor SNPMB! Furtasan Desak PTN-PTS Disatukan dan Data Kampus Dibuka Total

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 05 Juni 2026 | 05:51 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kembali jadi sorotan di Senayan. Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mendorong pemerintah segera membangun sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih terbuka, terintegrasi, dan adil antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
 

Dorongan itu disampaikan Furtasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja SNPMB Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Panitia SNPMB di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
 

Menurut politikus Partai NasDem itu, sistem penerimaan mahasiswa baru saat ini masih memperlihatkan jurang yang cukup lebar antara PTN dan PTS.
 

PTN dan PTS Harus Terintegrasi
 

Furtasan menilai kualitas sejumlah perguruan tinggi swasta saat ini sudah sangat kompetitif, bahkan mampu bersaing dengan beberapa PTN baru.
 

Karena itu, ia meminta pemerintah mulai memikirkan sistem penerimaan mahasiswa yang lebih terintegrasi agar ekosistem pendidikan tinggi nasional berjalan lebih sehat dan setara.
 

“Membangun sistem penerimaan mahasiswa baru bagaimana caranya antara PTN dan PTS ini secara terintegrasi memungkinkan enggak kira-kira begitu?” kata Furtasan.
 

Menurutnya, pola seleksi yang terpisah justru membuat persepsi publik seolah PTN selalu lebih unggul, padahal banyak PTS berkualitas yang juga layak menjadi pilihan utama calon mahasiswa.
 

DPR Minta Dashboard Nasional Dibuka
 

Selain integrasi sistem, Furtasan juga menyoroti minimnya keterbukaan data dalam proses SNPMB.
 

Ia meminta pemerintah menghadirkan dashboard nasional yang memuat seluruh data penerimaan mahasiswa baru secara real time dan mudah diakses masyarakat.
 

Dashboard itu diharapkan menampilkan informasi lengkap mulai dari daya tampung, jumlah pendaftar, kuota penerimaan, hingga jumlah peserta yang sudah diterima maupun belum diterima di setiap kampus.
 

“Saya ingin bagaimana caranya mempunyai bank data berapa yang sudah diterima, berapa yang belum diterima dan dimunculkan dalam dashboard,” ujarnya.
 

Publik Harus Tahu Kampus yang Ketat
 

Furtasan menegaskan masyarakat selama ini belum mendapatkan gambaran utuh mengenai tingkat persaingan antarperguruan tinggi.
 

Akibatnya, banyak calon mahasiswa memilih kampus tanpa mengetahui tingkat keketatan dan peluang kelulusannya secara transparan.
 

“Berapa kuotanya masing-masing perguruan tinggi yang A, yang B, yang C supaya ini bisa dilihat secara transparan,” tegasnya.
 

Menurutnya, keterbukaan data akan membantu calon mahasiswa membuat keputusan yang lebih rasional dan mengurangi potensi kebingungan maupun spekulasi dalam proses seleksi nasional.
 

Pendidikan Tinggi Harus Lebih Adil
 

Komisi X DPR berharap pembenahan SNPMB tidak hanya fokus pada mekanisme seleksi, tetapi juga menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih adil dan inklusif bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
 

Dengan integrasi PTN-PTS dan sistem data terbuka, DPR menilai proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan lebih sehat, kompetitif, dan transparan.rajamedia

Komentar: