Ketua Komisi II DPR Jadi Penasihat Khusus Kerja Sama Vokasi Indonesia-China
RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legidlator — Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menerima kehormatan sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia atau special advisor of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Center.
Penghargaan tersebut diterima Rifqinizamy dalam kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok beberapa waktu lalu.
Menurut politikus NasDem itu, posisi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional guna mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
DPR Dorong Daerah Lebih Mandiri
Rifqinizamy mengatakan kepercayaan tersebut tidak lepas dari komitmen Komisi II DPR RI selama ini dalam mendorong kemandirian fiskal daerah.
Salah satunya melalui penguatan alternatif pembiayaan daerah dan pembangunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kompetitif.
“Kepercayaan ini hadir atas komitmen kolektif kami di Komisi II DPR RI untuk mendorong hadirnya kemandirian fiskal di daerah,” ujar Rifqinizamy.
Jadi Jembatan Indonesia-China
Rifqinizamy menegaskan dirinya akan menjadikan posisi tersebut sebagai jembatan penghubung antara kebutuhan pembangunan daerah di Indonesia dengan potensi kerja sama yang dimiliki China.
Menurutnya, kerja sama internasional menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan pembangunan daerah saat ini.
Namun ia mengingatkan kerja sama tersebut tetap harus menjaga prinsip kedaulatan dan kemandirian bangsa.
“Kerja sama antarnegara adalah keniscayaan. Tetapi kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati,” tegasnya.
Fokus Modernisasi Pendidikan Vokasi
Diketahui, China-Indonesia Vocational Education Development Research Center merupakan kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan pemerintah Indonesia-China.
Kolaborasi tersebut berfokus pada modernisasi pendidikan vokasi, peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga integrasi teknologi.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perkembangan industri global yang semakin kompetitif.![]()
Daerah | 2 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Info Haji | 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu