Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ketua Komisi II DPR Jadi Penasihat Khusus Kerja Sama Vokasi Indonesia-China

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:13 WIB
Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menerima kehormatan sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia - Humas DPR -
Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menerima kehormatan sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legidlator — Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menerima kehormatan sebagai Penasihat Khusus bagi Pembangunan dan Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi China-Indonesia atau special advisor of the China-Indonesia Vocational Education Development Research Center.
 

Penghargaan tersebut diterima Rifqinizamy dalam kunjungannya ke Republik Rakyat Tiongkok beberapa waktu lalu.
 

Menurut politikus NasDem itu, posisi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional guna mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
 

DPR Dorong Daerah Lebih Mandiri
 

Rifqinizamy mengatakan kepercayaan tersebut tidak lepas dari komitmen Komisi II DPR RI selama ini dalam mendorong kemandirian fiskal daerah.
 

Salah satunya melalui penguatan alternatif pembiayaan daerah dan pembangunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kompetitif.
 

“Kepercayaan ini hadir atas komitmen kolektif kami di Komisi II DPR RI untuk mendorong hadirnya kemandirian fiskal di daerah,” ujar Rifqinizamy.
 

Jadi Jembatan Indonesia-China
 

Rifqinizamy menegaskan dirinya akan menjadikan posisi tersebut sebagai jembatan penghubung antara kebutuhan pembangunan daerah di Indonesia dengan potensi kerja sama yang dimiliki China.
 

Menurutnya, kerja sama internasional menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan pembangunan daerah saat ini.
 

Namun ia mengingatkan kerja sama tersebut tetap harus menjaga prinsip kedaulatan dan kemandirian bangsa.
 

“Kerja sama antarnegara adalah keniscayaan. Tetapi kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati,” tegasnya.
 

Fokus Modernisasi Pendidikan Vokasi
 

Diketahui, China-Indonesia Vocational Education Development Research Center merupakan kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan pemerintah Indonesia-China.
 

Kolaborasi tersebut berfokus pada modernisasi pendidikan vokasi, peningkatan kualitas SDM, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga integrasi teknologi.
 

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perkembangan industri global yang semakin kompetitif.rajamedia

Komentar: