Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Harga Telur Anjlok, DPR Warning Peternak Ayam Petelur Terancam Bangkrut

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 02 Juni 2026 | 12:55 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping - Foto: Dok. PKS -
Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping - Foto: Dok. PKS -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping mendesak pemerintah segera turun tangan menyelamatkan nasib peternak ayam petelur yang kini terancam gulung tikar akibat anjloknya harga telur di tingkat peternak.
 

Politisi PKS itu meminta pemerintah memberikan kepastian harga sekaligus menjamin penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 

“Peternak ayam petelur harus mendapatkan kepastian harga dan jaminan penyerapan dari program pemerintah MBG,” tegas Riyono, Selasa (2/6/2026).
 

Peternak Telur di Jatim Menjerit
 

Riyono menyoroti aksi pembagian telur gratis yang dilakukan para peternak di Jawa Timur sebagai bentuk protes terhadap jatuhnya harga telur.
 

Di Magetan, peternak bahkan turun ke jalan karena harga telur dinilai sudah tidak masuk akal.
 

Sebelumnya, peternak di Blitar juga membagikan lebih dari 62 ton telur sebagai bentuk keprihatinan atas anjloknya harga pasar.
 

Harga Telur di Bawah Ongkos Produksi
 

Menurut Riyono, saat ini telur di kandang hanya dibeli sekitar Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.
 

Padahal, ongkos produksi mencapai sekitar Rp23 ribu per kilogram.
 

Kondisi itu membuat peternak mengalami kerugian dan terancam bangkrut jika dibiarkan berlarut-larut.
 

Tengkulak Dinilai Permainkan Harga
 

Riyono menilai lemahnya penyerapan program MBG membuat para tengkulak leluasa memainkan harga di tingkat peternak.
 

“Aksi pembagian telur menjadi puncak usaha peternak lokal di Jatim karena harga sudah gak masuk akal,” katanya.
 

Stok Nasional Justru Melimpah
 

Ironisnya, kata Riyono, stok telur nasional sebenarnya dalam kondisi melimpah.
 

Data akhir 2025 menunjukkan stok nasional mencapai 6,52 juta ton, sementara kebutuhan nasional non MBG sekitar 6,225 juta ton.

Artinya, masih ada surplus sekitar 295 ribu ton di lapangan.
 

DPR Minta Pemerintah Tetapkan Harga Ideal
 

Riyono meminta pemerintah tegas menjaga harga telur di tingkat peternak agar tetap berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
 

Dengan begitu, harga di tingkat konsumen bisa tetap stabil di bawah Rp30 ribu.
 

Ia mengingatkan jika harga terus jatuh, produksi nasional berpotensi terganggu karena banyak peternak memilih berhenti usaha.
 

“Kalau harga terus turun, produksi nasional bisa terancam,” tegasnya.
 

Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
 

Komisi IV DPR berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar krisis harga telur tidak semakin meluas.
 

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga diminta memastikan program MBG benar-benar menyerap hasil produksi peternak lokal secara maksimal.rajamedia

Komentar: