Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Marlyn Maisarah di Forum IPU Serbia: Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota!

Laporan: Halim Dzul
Senin, 08 Juni 2026 | 06:29 WIB
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Marlyn Maisarah - Humas DPR -
Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Marlyn Maisarah - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO  — Serbia — Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Marlyn Maisarah, menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan gender di parlemen tidak boleh berhenti hanya pada angka keterwakilan perempuan.
 

Menurutnya, isu gender jauh lebih besar: menyangkut bagaimana membangun institusi parlemen yang inklusif, kepemimpinan yang setara, hingga budaya kerja yang memberi ruang adil bagi semua.
 

Hal itu disampaikan Marlyn saat menghadiri Sidang IPU Global Conference of Women Parliamentarians di Beograd, Serbia.
 

Indonesia Belajar dan Berbagi Pengalaman
 

Dalam forum parlemen perempuan dunia tersebut, Marlyn mengatakan Indonesia memandang penting ruang dialog internasional untuk saling bertukar pengalaman terkait penguatan peran perempuan di politik dan parlemen.
 

“Forum seperti ini penting karena memberi ruang untuk berbagi pengalaman nasional sekaligus belajar dari praktik negara lain dalam upaya mencapai keseimbangan gender di parlemen,” ujar politisi Partai Gerindra itu dalam keterangannya, dikutip, Senin (8/6/2026).
 

Stereotip Jadi Tembok Besar Kesetaraan
 

Marlyn mengungkapkan, tantangan terbesar dalam mewujudkan keseimbangan gender ternyata bukan hanya soal aturan atau kebijakan kelembagaan.
 

Menurutnya, stereotip dan norma sosial yang terbentuk sejak dini justru menjadi hambatan paling nyata bagi perempuan untuk tampil dalam ruang kepemimpinan dan politik.
 

Karena itu, ia menilai edukasi soal kesetaraan gender harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga.
 

Pendidikan dan Budaya Jadi Kunci
 

Marlyn menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat mengenai nilai positif keseimbangan gender melalui pendidikan formal, budaya sosial, hingga pola pengasuhan dalam keluarga.
 

Ia percaya, semakin terbuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, maka kualitas demokrasi dan tata kelola negara juga akan semakin kuat.
 

“Ini penting bukan hanya untuk memperluas partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan, tetapi juga memperkuat kerja parlemen dan pembangunan demokrasi yang lebih inklusif,” tegasnya.
 

DPR RI Dorong Politik yang Lebih Setara
 

Kehadiran delegasi DPR RI dalam forum IPU Women Parliamentarians juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi parlemen sekaligus menunjukkan komitmen terhadap isu kesetaraan gender global.
 

Marlyn berharap, semangat inklusivitas yang dibahas dalam forum internasional itu dapat terus diterapkan dalam sistem politik dan kehidupan sosial di Indonesia.rajamedia

Komentar: