Gugur di Medan Karhutla, DPR Minta Negara Perkuat Perlindungan ‘Panglima Api’
RAJAMEDIA.CO – Jakarta, Legislator – Duka kembali menyelimuti barisan pejuang kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menegaskan, tugas pemadaman karhutla adalah pekerjaan berisiko tinggi yang menuntut perlindungan maksimal dari negara.
Pernyataan itu disampaikan menyusul wafatnya Muharmizan (44), personel Manggala Agni Daops Siak, yang meninggal mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Riau.
Alarm Keras dari Lapangan
Alex mengingatkan, keselamatan petugas tidak boleh dianggap remeh. Perlengkapan standar keselamatan wajib tersedia dan digunakan secara lengkap saat bertugas di lapangan.
“Nyawa itu sangat berharga. Jangan sampai petugas kita bekerja dengan standar keselamatan seadanya,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menilai, kejadian ini menjadi peringatan keras agar seluruh sistem perlindungan bagi petugas karhutla segera diperkuat.
Tragedi Berulang, Evaluasi Total
Bukan kali pertama insiden serupa terjadi. Alex menyinggung kasus meninggalnya anggota Brimob Polda Riau, Ipda Donald Junus Halomoan, pada 2025 saat menangani karhutla.
Menurutnya, pola kejadian yang berulang harus diakhiri dengan evaluasi menyeluruh, terutama oleh Kementerian Kehutanan.
“Penyebab kematian harus diselidiki tuntas. Jangan sampai tragedi seperti ini terus berulang,” ujarnya.
Asuransi dan Cek Kesehatan Wajib
Alex juga mendesak agar seluruh personel Manggala Agni mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan keselamatan kerja. Ia menilai, jaminan tersebut adalah bentuk nyata kehadiran negara bagi para petugas di garis depan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk memastikan kondisi fisik petugas tetap prima saat menghadapi medan ekstrem.
“Dengan pemeriksaan berkala, risiko kecelakaan kerja bisa ditekan,” katanya.
Karhutla Masih Mengancam
Di tengah duka, ancaman karhutla di Riau masih nyata. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat puluhan titik api tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pelalawan, Dumai, hingga Bengkalis.
Beberapa titik bahkan masih aktif dengan asap tebal, memaksa petugas bekerja tanpa henti melakukan pemadaman dan pendinginan.
Wilayah Bengkalis tercatat menjadi daerah dengan titik api terbanyak, dengan sejumlah lokasi masih terbakar dan berpotensi meluas.
Negara Diminta Hadir
Bagi Alex, para petugas karhutla adalah “panglima api” yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan negara tidak boleh setengah hati dalam memberikan perlindungan.
“Pengabdian mereka luar biasa. Negara wajib hadir, bukan hanya saat duka, tapi sejak mereka turun ke medan tugas,” pungkasnya.![]()
Pendidikan 3 hari yang lalu
Keamanan | 3 hari yang lalu
Dunia | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Keamanan | 3 hari yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Ekbis | 15 jam yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu