Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Puan: Negara Wajib Hormati sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 01 April 2026 | 07:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani - Humas DPR -
Ketua DPR RI Puan Maharani - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta, Legislator – Duka dari medan perdamaian dunia menggema hingga Senayan. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon layak mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.
 

Menurutnya, pengorbanan para prajurit bukan sekadar tugas militer, melainkan wujud nyata dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
 

Negara Tak Boleh Abai
 

Puan menegaskan, pemerintah bersama TNI harus memastikan seluruh hak para prajurit yang gugur terpenuhi. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan kemanusiaan yang mengorbankan nyawa demi misi mulia.
 

“Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
 

Bagi Puan, penghormatan bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk tanggung jawab negara atas pengabdian anak bangsa di medan konflik.
 

Indonesia di Garis Depan Perdamaian
 

Puan mengingatkan, posisi Indonesia di panggung internasional tidak dibangun hanya lewat diplomasi meja perundingan. Lebih dari itu, ada keberanian prajurit yang berdiri di garis depan konflik dunia.
 

“Pengabdian mereka harus memperkuat kesadaran bahwa perdamaian dunia bukan agenda jauh, tetapi tanggung jawab nyata yang penuh risiko,” ujarnya.
 

Ia menilai, gugurnya prajurit TNI menjadi pengingat keras bahwa peran Indonesia dalam misi global selalu memiliki konsekuensi nyata.
 

Seruan Hentikan Perang
 

Di tengah eskalasi konflik, Puan mendesak dunia internasional untuk tidak tinggal diam. Ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa bertindak lebih tegas menghentikan kekerasan.
 

“Perang harus segera dihentikan. Sudah terlalu banyak korban berjatuhan demi kepentingan tertentu,” katanya.
 

Kronologi: Dua Hari, Tiga Prajurit Gugur
 

Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3), saat Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri di sekitar Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Tiga prajurit lainnya—Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan—mengalami luka.
 

Sehari berselang, serangan kembali terjadi di wilayah Bani Hayyan. Dua prajurit TNI gugur dalam insiden tersebut, yakni Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua lainnya, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dilaporkan terluka.
 

Alarm Keras untuk Dunia
 

Rangkaian serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian ini menjadi alarm serius bagi komunitas global. Indonesia, melalui para prajuritnya, telah menunjukkan komitmen menjaga perdamaian.
 

Kini, menurut Puan, dunia harus menjawab dengan satu hal: keadilan.
 

“Jangan biarkan pengorbanan mereka berlalu tanpa makna,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: