DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker & Luke Vickery, Willy: Jangan Hanya Sepak Bola!
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Komisi XIII DPR RI resmi memberikan lampu hijau bagi proses naturalisasi dua pesepak bola keturunan, Mitchell Baker dan Luke Vickery. Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta PSSI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6/2026).
Namun bagi Komisi XIII, naturalisasi kali ini bukan sekadar soal menambah kekuatan Timnas Indonesia. DPR ingin momentum ini menjadi pintu masuk pembenahan tata kelola diaspora Indonesia secara lebih luas dan berkeadilan.
Naturalisasi Disetujui
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi dan proses penelitian terhadap kedua calon warga negara Indonesia tersebut telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, Komisi XIII menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia kepada Mitchell Baker dan Luke Vickery untuk diproses pada tahapan berikutnya.
"Setelah mendengar penjelasan dari pemerintah, Kementerian Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan PSSI, Komisi XIII DPR RI menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia atas nama Mitchell Baker dan Luke Vickery," ujar Willy.
Jangan Berhenti di Sepak Bola
Meski mendukung penuh proses naturalisasi, Willy mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak dipandang semata-mata untuk kepentingan olahraga, khususnya sepak bola.
Menurutnya, Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara dengan kapasitas dan keahlian luar biasa di berbagai bidang.
Potensi besar tersebut harus dikelola secara serius untuk kepentingan pembangunan bangsa.
"Yang kami perjuangkan hari ini adalah bagaimana tata kelola diaspora Indonesia. Jadi tidak hanya semata-mata untuk kepentingan sepak bola, tetapi untuk kepentingan Merah Putih," tegasnya.
Banyak Talenta Bangsa di Luar Negeri
Willy menilai masih banyak putra-putri Indonesia yang berkiprah di luar negeri dan memiliki kemampuan di bidang sains, teknologi, pendidikan, ekonomi, hingga berbagai sektor strategis lainnya.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit dari mereka yang menghadapi kendala administratif ketika ingin kembali berkontribusi bagi Indonesia.
Karena itu, ia mendorong pemerintah menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan tidak diskriminatif.
Menurutnya, negara harus membuka ruang yang sama bagi seluruh diaspora berprestasi, bukan hanya mereka yang berkecimpung di dunia olahraga.
Spirit Merah Putih untuk Semua
Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa semangat nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa tidak boleh dibatasi oleh profesi atau bidang tertentu.
Ia berharap kebijakan kewarganegaraan ke depan mampu menjadi instrumen strategis untuk menarik kembali talenta-talenta terbaik Indonesia dari berbagai penjuru dunia.
"Kita memiliki spirit Merah Putih yang sama. Jangan diskriminatif hanya untuk satu atau dua cabang olahraga. Kalau ada anak-anak bangsa yang hebat di bidang lain, mereka juga harus mendapat ruang untuk berkontribusi bagi kemajuan republik ini," ujarnya.
Timnas Untung, Bangsa Juga Harus Untung
Dengan disetujuinya naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery, peluang keduanya memperkuat Timnas Indonesia kini semakin terbuka.
Namun bagi DPR, manfaat kebijakan naturalisasi harus melampaui kepentingan olahraga semata.
Momentum ini diharapkan menjadi awal lahirnya kebijakan diaspora yang lebih progresif, sehingga Indonesia tidak hanya mendapatkan pemain sepak bola berkualitas, tetapi juga mampu menarik kembali talenta-talenta terbaik bangsa untuk memperkuat pembangunan nasional.
Bagi Komisi XIII, naturalisasi bukan sekadar soal mencetak gol di lapangan hijau, melainkan tentang bagaimana Merah Putih bisa menang di semua bidang kehidupan.![]()
Olahraga | 3 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Info Haji | 4 hari yang lalu