Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Yusril Janji Bawa Aspirasi BEM SI ke Prabowo, MBG hingga BBM Dibahas

Laporan: Firman
Kamis, 18 Juni 2026 | 21:26 WIB
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra saat menerima audiensi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jakarta, Kamis (18/6/2026) - Foto: Dok Kumham Imipas -
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra saat menerima audiensi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jakarta, Kamis (18/6/2026) - Foto: Dok Kumham Imipas -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menerima audiensi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
 

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada 12 Juni lalu. Dalam forum itu, Yusril mendengarkan sekaligus mengklarifikasi berbagai tuntutan yang sebelumnya disuarakan mahasiswa kepada pemerintah.
 

Yusril memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan BEM SI akan dirangkum dalam laporan resmi dan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
 

"Kami mendengarkan aspirasi dari mahasiswa. Kami akan sampaikan dalam bentuk laporan kepada Bapak Presiden. Dialog seperti ini penting dan pemerintah membuka ruang komunikasi kepada semua pihak," ujar Yusril usai pertemuan.
 

Mahasiswa Minta Tata Kelola MBG Diperbaiki
 

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam audiensi tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 

Yusril mengaku perlu melakukan klarifikasi langsung kepada mahasiswa terkait tuntutan yang berkembang di ruang publik, apakah mereka meminta program tersebut dihentikan atau hanya menginginkan perbaikan dalam pelaksanaannya.
 

Dari hasil dialog, BEM SI menegaskan bahwa mereka tidak menolak manfaat program MBG. Namun mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
 

"Saya mendapatkan penjelasan bahwa yang dimaksud mahasiswa adalah perbaikan tata kelola program MBG karena manfaatnya juga dirasakan masyarakat. Kalau yang diinginkan adalah perbaikan tata kelola, saya yakin pemerintah akan melakukan pembenahan," kata Yusril.
 

Lima Tuntutan Disampaikan ke Pemerintah
 

Dalam audiensi tersebut, BEM SI menyampaikan lima poin utama yang menjadi perhatian mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan saat ini.
 

Pertama, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan berbagai bentuk pemborosan anggaran negara.
 

Kedua, pemerintah didesak mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
 

Ketiga, mahasiswa meminta evaluasi terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
 

Keempat, mahasiswa menyoroti adanya dugaan militerisasi di ruang sipil yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
 

Kelima, mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui berbagai kekurangan dalam tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari upaya perbaikan nasional.
 

Kritik Harus Berbasis Kajian
 

Dalam kesempatan tersebut, Yusril juga mengingatkan bahwa sikap kritis mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
 

Namun ia berharap setiap kritik yang disampaikan tetap didasarkan pada data, fakta, dan kajian ilmiah yang kuat agar dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah.
 

Menurut Yusril, pemerintah tidak anti kritik dan justru membutuhkan pandangan dari berbagai elemen masyarakat untuk menyempurnakan kebijakan yang dijalankan.
 

"Mahasiswa harus tetap kritis, tetapi kritik itu harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis kajian yang kuat. Pemerintah terbuka terhadap kritik yang membangun," tegasnya.
 

Jembatan Dialog Pemerintah dan Mahasiswa
 

Pertemuan Yusril dengan BEM SI menjadi salah satu upaya menjaga ruang dialog antara pemerintah dan kalangan mahasiswa di tengah berbagai dinamika kebijakan nasional.
 

Pemerintah berharap komunikasi yang terbuka dapat memperkuat partisipasi publik sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
 

Sementara bagi mahasiswa, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kritik kepada pemerintah tanpa harus kehilangan semangat dialog dan demokrasi.rajamedia

Komentar: