Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Sari Yuliati Jamin Masa Depan Anak Korban Pengeroyokan Bali, Sekolah hingga Kuliah!

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 30 Juli 2026 | 09:39 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati  saat berkunjung kerumah keluarga korban pengeroyokan yang tewas di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (29/7/2026). - Humas DPR -
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati saat berkunjung kerumah keluarga korban pengeroyokan yang tewas di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (29/7/2026). - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO – Bali - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (KOREKKU) Sari Yuliati menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan anak-anak korban tindak kekerasan. Bersama Anggota DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih, ia mendatangi langsung rumah keluarga korban pengeroyokan yang tewas di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (29/7/2026).
 

Kunjungan tersebut bukan untuk mencampuri proses hukum yang tengah ditangani aparat penegak hukum, melainkan memastikan keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak-anak korban, tetap memperoleh perlindungan dan kesempatan mengenyam pendidikan.
 

Dalam kesempatan itu, Sari menyerahkan santunan kepada keluarga korban, bantuan perlengkapan sekolah berupa alat tulis, sekaligus membawa kabar baik terkait jaminan pendidikan bagi anak-anak korban hingga jenjang perguruan tinggi.
 

Pendidikan Anak Korban Dijamin Hingga Perguruan Tinggi
 

Bantuan pendidikan tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat dan disalurkan melalui Legislator DPR RI Dapil Nusa Tenggara II, Sari Yuliati, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan masa depan anak-anak korban.
 

"Bagi kami, anak-anak tidak boleh menjadi korban dari sebuah peristiwa yang tidak mereka lakukan. Mereka tetap memiliki hak untuk bersekolah, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu kami hadir untuk memastikan pendidikan mereka tetap berlanjut hingga perguruan tinggi," ujar Sari dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Kamis (30/7/2026).

Menurut Politisi Partai Golkar itu, kehilangan sosok ayah akibat peristiwa tragis tidak boleh menjadi penyebab terputusnya pendidikan anak-anak.
 

Ia menegaskan, negara bersama seluruh elemen masyarakat harus hadir memberikan perlindungan agar mereka dapat tumbuh secara sehat, baik secara mental maupun sosial.
 

Trauma Anak Tak Boleh Diabaikan
 

Selain bantuan ekonomi, Sari menilai pemulihan psikologis anak-anak korban juga harus menjadi perhatian utama.
 

Menurutnya, anak-anak yang kehilangan orang tua akibat kekerasan berpotensi mengalami trauma berkepanjangan apabila tidak mendapatkan pendampingan yang memadai.
 

"Kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, percaya diri, dan tetap memiliki cita-cita. Jangan sampai tragedi ini menghancurkan masa depan mereka. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk memutus rantai kesedihan yang mereka alami hari ini," katanya.
 

Tegaskan Indonesia Negara Hukum
 

Dalam kesempatan tersebut, Sari juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara main hakim sendiri.
 

Ia menegaskan, setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
 

"Kalaupun seseorang diduga melakukan kesalahan atau tindak pidana, jangan pernah mengambil tindakan sendiri. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Main hakim sendiri hanya akan melahirkan korban baru dan meninggalkan luka yang panjang bagi keluarga, terutama anak-anak," tegasnya.

Apresiasi Langkah Cepat Polisi
 

Sari mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengusut kasus pengeroyokan tersebut. Saat ini proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan dan para pelaku telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
 

Ia berharap penegakan hukum yang tegas dapat memberikan rasa keadilan sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar kekerasan tidak lagi dijadikan jalan menyelesaikan persoalan.
 

"Yang paling penting hari ini bukan hanya soal menghukum pelaku pengeroyokan, tetapi memastikan anak-anak yang ditinggalkan tetap memiliki masa depan. Mereka harus tumbuh dengan penuh kasih sayang, memperoleh pendidikan yang layak, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Itulah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat," tandasnya. 
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: