Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

707 Diduga Keracunan MBG! Kepala BGN Turun Tangan, SPPG Terancam Disuspend!

Laporan: Firman
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Kepala BGN Sudaryono saat menjenguk korban keracunan MBG - Repro -
Kepala BGN Sudaryono saat menjenguk korban keracunan MBG - Repro -

RAJAMEDIA.CO – Semarang - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung menjenguk para korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).
 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus memantau langsung penanganan medis yang diberikan rumah sakit.
 

Sudaryono mendatangi sejumlah rumah sakit yang merawat korban, di antaranya RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.
 

707 Siswa dan Guru Jadi Korban
 

Insiden dugaan keracunan ini terjadi setelah ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang menyantap makanan dari Program MBG pada Jumat (31/7/2026).
 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlah korban mencapai 707 orang, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.
 

Mayoritas korban mengalami gejala pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut.
 

Sebagian menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan penanganan medis sesuai tingkat keparahan kondisinya.
 

BGN Turunkan Tim Investigasi
 

Menanggapi insiden tersebut, Sudaryono memastikan tim investigasi BGN telah bekerja untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan.
 

Menurutnya, investigasi dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kejadian dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah.


"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," ujar Sudaryono.

SPPG Terancam Disuspend
 

Sudaryono menegaskan Badan Gizi Nasional tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program MBG.
 

Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN akan menjatuhkan sanksi tegas.
 

"Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
 

Tunggu Hasil Laboratorium
 

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
 

Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan medis terhadap para korban sekaligus mengusut penyebab insiden tersebut.
 

BGN menegaskan aspek keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: