Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Sentil Pertamina: Produksi Minyak Terus Turun, Jangan Business as Usual!

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:02 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian - Humas DPR -
Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian melontarkan kritik keras kepada PT Pertamina Hulu Energi terkait terus menurunnya produksi minyak nasional.
 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi PHE dan pimpinan regional migas, Ramson mendesak Pertamina mempercepat eksplorasi wilayah kerja baru demi mendongkrak lifting minyak nasional.
 

Menurut politisi Gerindra itu, target kenaikan lifting minyak tahun 2026 masih terlalu kecil dan tidak menunjukkan langkah progresif.
 

“Target lifting minyak 2026 hanya naik sekitar delapan ribu barrel per day dibandingkan 2025. Ini terlalu kecil. Pertamina harus bergerak lebih progresif,” tegas Ramson.
 

Blok Rokan dan Mahakam Disorot
 

Ramson menyoroti penurunan produksi di sejumlah blok migas strategis yang kini dikelola Pertamina pasca alih kelola dari kontraktor asing.
 

Ia menyebut saat Blok Rokan resmi dikelola Pertamina pada 2018, produksinya masih berada di kisaran 220 ribu barrel oil per day (BOPD).
 

Namun pada 2025, angka produksi disebut turun menjadi sekitar 158 ribu BOPD.
 

Hal serupa juga terjadi di Blok Mahakam yang dinilai mengalami tren penurunan produksi.
 

Eksplorasi Dinilai Titik Terlemah
 

Menurut Ramson, upaya peningkatan lifting tidak cukup hanya mengandalkan optimalisasi lapangan tua atau penerapan enhanced oil recovery (EOR).
 

Ia menilai percepatan eksplorasi wilayah kerja baru menjadi titik paling krusial yang harus segera dibenahi Pertamina.
 

“Yang saya lihat, titik terlemah Pertamina saat ini adalah percepatan eksplorasi,” ujarnya.
 

Ramson mengingatkan natural decline produksi minyak harus diimbangi dengan penemuan cadangan baru melalui eksplorasi yang agresif.
 

DPR Minta Pertamina Tinggalkan Pola Lama
 

Selain soal eksplorasi, Ramson juga menilai proses pengambilan keputusan di internal Pertamina masih terlalu lamban.
 

Ia meminta manajemen PHE meninggalkan pola kerja business as usual dan mulai menerapkan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi secara real time.
 

Menurutnya, seluruh progres eksplorasi hingga produksi harus bisa dipantau langsung oleh pimpinan perusahaan setiap saat.
 

“Jangan business as usual. Harus progresif,” katanya.
 

Ramson bahkan meminta pimpinan regional yang dinilai lamban segera dievaluasi.
 

Ketahanan Energi Jadi Taruhan
 

Ramson mengingatkan Indonesia pernah mencapai lifting minyak sebesar 1,3 juta barrel per day pada 2001.
 

Namun kini produksi nasional terus merosot hingga berada di kisaran 600 ribu barrel per day.
 

Karena itu, ia berharap Pertamina mampu memanfaatkan mandat besar dari pemerintah untuk mempercepat peningkatan lifting migas nasional.
 

Menurutnya, di era pemerintahan Prabowo Subianto, Indonesia harus mampu memperkuat kemandirian energi nasional.
 

“Ini soal tanggung jawab besar untuk menjaga ketahanan energi nasional,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: