Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Gaspol TKDN! Stop Jadi Tukang Rakit, Saatnya Indonesia Jadi Produsen Otomotif

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 03 April 2026 | 21:05 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay - Humas DPR -
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Industri otomotif nasional diminta naik kelas. Bukan lagi sekadar merakit, tapi benar-benar memproduksi dari dalam negeri. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memperkuat ekonomi nasional.
 

Tak Cuma Rakit, Harus Produksi Sendiri
 

Saleh menilai dominasi komponen impor harus segera dikurangi.
 

“Kalau semua bisa diproduksi di dalam negeri, tenaga kerja yang diserap akan semakin banyak,” tegasnya.
 

Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat industri nasional.
 

Indonesia Disiapkan Jadi Basis Manufaktur
 

Ia juga menyambut rencana sejumlah perusahaan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi.
 

Menurutnya, langkah ini akan membuka peluang besar:
 

1. Lapangan kerja meningkat 

2. Ekonomi kawasan industri tumbuh 

3. Masyarakat lokal ikut merasakan dampak 
 

“Rekrutmen tenaga kerja lokal memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
 

Motor Listrik Jadi Arah Baru
 

Selain soal TKDN, Saleh mendorong kolaborasi industri dan pemerintah dalam pengembangan energi alternatif.
 

Salah satu fokusnya adalah kendaraan listrik.
 

Di tengah dorongan energi terbarukan, motor listrik dinilai sebagai peluang besar bagi industri nasional.
 

DPR Awasi Ketat Investasi Industri
 

Komisi VII DPR RI memastikan tidak akan lepas tangan.
 

Pengawasan akan terus dilakukan agar:
 

1. Investasi sesuai aturan 

2. Industri memberi manfaat maksimal 

3. Kepentingan masyarakat tetap terjaga 
 

Indonesia tak boleh selamanya jadi “tukang rakit”. Saatnya beralih jadi produsen. TKDN bukan sekadar angka—ini soal kedaulatan industri dan masa depan tenaga kerja.rajamedia

Komentar: