Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tinta Emas Ace Hasan di Jabar

Oleh: H. Dede Zaki Mubarok
Sabtu, 04 April 2026 | 05:26 WIB
---
---

RAJAMEDIA.CO - ADA FASE dalam politik ketika kemenangan bukan sekadar angka, tapi penebusan sejarah. Itulah yang sedang terjadi di tubuh Partai Golkar Jawa Barat.
 

Nama Ace Hasan Syadzily kini tak sekadar tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar. Ia sedang menulis—dengan tinta emas—sebuah babak kebangkitan partai beringin di tanah Pasundan.
 

Dari “Tidur Panjang” ke Mesin Pemenangan
 

Bukan rahasia lagi, Golkar di Jawa Barat sempat kehilangan daya gedor. Mesin partai seperti kehilangan ritme. Struktur ada, tapi denyutnya melemah.
 

Namun di tangan Ace Hasan, narasi itu berbalik arah.
 

Seperti pernah diingatkan oleh Jusuf Kalla:
 

“Partai politik itu hidup dari kerja, bukan dari kenangan.”
 

Ace tampaknya memahami betul pesan itu. Ia tidak menjual nostalgia kejayaan Golkar, tetapi membangun ulang dari bawah.
 

Politik Sunyi yang Berbuah Nyaring
 

Gaya kepemimpinan Ace Hasan jauh dari hiruk pikuk. Ia bukan pemburu panggung, melainkan perawat mesin.
 

Ia memilih kerja diam—namun berdampak.
 

Hal ini mengingatkan pada pandangan Akbar Tanjung:
 

“Kekuatan Golkar itu ada pada konsolidasi, bukan sekadar figur.”
 

Ace menjalankan itu dengan disiplin. Ia merapikan struktur, mengaktifkan kader, dan memperkuat jaringan hingga ke level paling bawah.
 

Dan hasilnya nyata: Golkar kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Jawa Barat.
 

Jawa Barat: Medan Tempur yang Tak Mudah
 

Jawa Barat bukan arena politik biasa. Kompleks, padat pemilih, dan penuh dinamika.
 

Dalam konteks ini, strategi tidak bisa instan.
 

Seperti dikatakan Prabowo Subianto:
 

“Kemenangan politik itu ditentukan oleh kerja panjang, bukan kerja menjelang pemilu.”
 

Apa yang dilakukan Ace Hasan mencerminkan hal itu—kerja jangka panjang yang akhirnya berbuah elektoral.
 

Warisan Politik: Lebih dari Sekadar Jabatan
 

Kini, ketika Ace Hasan meninggalkan kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat, ia tidak pergi dengan tangan kosong.
 

Ia meninggalkan warisan.
 

Warisan berupa mesin partai yang hidup, kader yang solid, dan momentum kemenangan yang jarang dimiliki semua pemimpin.
 

Sejalan dengan ungkapan Aburizal Bakrie:
 

“Pemimpin yang baik bukan yang hanya menang, tapi yang menyiapkan kemenangan berikutnya.”
 

Ace telah sampai pada titik itu.
 

Golkar Setelah Ace: Ujian Sesungguhnya
 

Namun sejarah belum selesai.
 

Tongkat estafet kini berpindah. Dan di situlah ujian dimulai: menjaga api tetap menyala.
 

Jika lengah, Golkar bisa kembali ke fase stagnan. Tapi jika konsisten, kebangkitan ini bisa menjadi era baru.
 

Penutup: Politik yang Menyala Kembali
 

Apa yang dilakukan Ace Hasan adalah pengingat: politik bukan sekadar retorika, tapi konsistensi kerja.
 

Seperti kata Surya Paloh:
 

“Restorasi politik hanya bisa terjadi jika ada keberanian untuk berubah.”
 

Di Jawa Barat, perubahan itu sudah dimulai.
 

Dan kini, sejarah mencatat—Golkar tidak lagi tertidur.
 

Ia bangun. Dan menang.
 

Penulis: Wartawan Senior, Pengurus Pusat IKALUIN Jakartarajamedia

Komentar: