Tinta Emas Ace Hasan di Jabar
RAJAMEDIA.CO - ADA FASE dalam politik ketika kemenangan bukan sekadar angka, tapi penebusan sejarah. Itulah yang sedang terjadi di tubuh Partai Golkar Jawa Barat.
Nama Ace Hasan Syadzily kini tak sekadar tercatat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar. Ia sedang menulis—dengan tinta emas—sebuah babak kebangkitan partai beringin di tanah Pasundan.
Dari “Tidur Panjang” ke Mesin Pemenangan
Bukan rahasia lagi, Golkar di Jawa Barat sempat kehilangan daya gedor. Mesin partai seperti kehilangan ritme. Struktur ada, tapi denyutnya melemah.
Namun di tangan Ace Hasan, narasi itu berbalik arah.
Seperti pernah diingatkan oleh Jusuf Kalla:
“Partai politik itu hidup dari kerja, bukan dari kenangan.”
Ace tampaknya memahami betul pesan itu. Ia tidak menjual nostalgia kejayaan Golkar, tetapi membangun ulang dari bawah.
Politik Sunyi yang Berbuah Nyaring
Gaya kepemimpinan Ace Hasan jauh dari hiruk pikuk. Ia bukan pemburu panggung, melainkan perawat mesin.
Ia memilih kerja diam—namun berdampak.
Hal ini mengingatkan pada pandangan Akbar Tanjung:
“Kekuatan Golkar itu ada pada konsolidasi, bukan sekadar figur.”
Ace menjalankan itu dengan disiplin. Ia merapikan struktur, mengaktifkan kader, dan memperkuat jaringan hingga ke level paling bawah.
Dan hasilnya nyata: Golkar kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Jawa Barat.
Jawa Barat: Medan Tempur yang Tak Mudah
Jawa Barat bukan arena politik biasa. Kompleks, padat pemilih, dan penuh dinamika.
Dalam konteks ini, strategi tidak bisa instan.
Seperti dikatakan Prabowo Subianto:
“Kemenangan politik itu ditentukan oleh kerja panjang, bukan kerja menjelang pemilu.”
Apa yang dilakukan Ace Hasan mencerminkan hal itu—kerja jangka panjang yang akhirnya berbuah elektoral.
Warisan Politik: Lebih dari Sekadar Jabatan
Kini, ketika Ace Hasan meninggalkan kursi Ketua DPD Golkar Jawa Barat, ia tidak pergi dengan tangan kosong.
Ia meninggalkan warisan.
Warisan berupa mesin partai yang hidup, kader yang solid, dan momentum kemenangan yang jarang dimiliki semua pemimpin.
Sejalan dengan ungkapan Aburizal Bakrie:
“Pemimpin yang baik bukan yang hanya menang, tapi yang menyiapkan kemenangan berikutnya.”
Ace telah sampai pada titik itu.
Golkar Setelah Ace: Ujian Sesungguhnya
Namun sejarah belum selesai.
Tongkat estafet kini berpindah. Dan di situlah ujian dimulai: menjaga api tetap menyala.
Jika lengah, Golkar bisa kembali ke fase stagnan. Tapi jika konsisten, kebangkitan ini bisa menjadi era baru.
Penutup: Politik yang Menyala Kembali
Apa yang dilakukan Ace Hasan adalah pengingat: politik bukan sekadar retorika, tapi konsistensi kerja.
Seperti kata Surya Paloh:
“Restorasi politik hanya bisa terjadi jika ada keberanian untuk berubah.”
Di Jawa Barat, perubahan itu sudah dimulai.
Dan kini, sejarah mencatat—Golkar tidak lagi tertidur.
Ia bangun. Dan menang.
Penulis: Wartawan Senior, Pengurus Pusat IKALUIN Jakarta![]()
Politik 1 hari yang lalu
Dunia | 5 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 4 hari yang lalu
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu