Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Dukung Presiden Prabowo Evaluasi Posisi Indonesia di Board of Peace

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Maret 2026 | 22:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) saat menandatangani naskah pembentukan Board of Peace 
 Foto: BPMI Setpes -
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) saat menandatangani naskah pembentukan Board of Peace Foto: BPMI Setpes -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Dukungan politik mengalir ke Presiden Prabowo Subianto terkait rencana mengevaluasi posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Langkah itu muncul setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
 

Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, Syamsu Rizal, menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden untuk meninjau ulang keanggotaan Indonesia di lembaga internasional tersebut.
 

Menurut politisi yang akrab disapa Deng Ical itu, evaluasi diperlukan demi menjaga konsistensi Indonesia terhadap amanat konstitusi dalam memperjuangkan perdamaian dunia.
 

“Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran benar-benar melemahkan posisi Board of Peace. Ini memperburuk citra organisasi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Deng Ical dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
 

Kredibilitas BoP Dinilai Terguncang
 

Deng Ical menilai serangan sepihak yang terjadi belakangan ini telah meruntuhkan kredibilitas Board of Peace sebagai forum global yang dibentuk untuk menjaga stabilitas internasional.
 

Menurutnya, jika lembaga tersebut gagal menjalankan fungsi utama—yakni menciptakan perdamaian, membuka akses kemanusiaan, dan melindungi masyarakat sipil—maka keanggotaan Indonesia patut dipertimbangkan kembali.
 

Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam forum internasional tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang diamanatkan konstitusi.
 

“Jika sebuah lembaga tidak lagi konsisten dengan mandatnya, tentu perlu ada evaluasi menyeluruh. Dunia membutuhkan de-eskalasi dan dialog, bukan tindakan sepihak yang memperkeruh situasi,” ujarnya.
 

Serangan ke Iran Picu Kontroversi Global
 

Deng Ical juga menyoroti laporan mengenai serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
 

Ia menilai peristiwa itu semakin memperlihatkan kegagalan mekanisme internasional dalam meredam konflik.
 

Evaluasi Dibahas di Istana
 

Wacana evaluasi posisi Indonesia di Board of Peace mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi panjang di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/3/2026).
 

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam dan dihadiri sejumlah mantan presiden, wakil presiden, serta tokoh politik nasional.
 

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang turut hadir dalam pertemuan itu menyebut perkembangan terbaru di Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah.
 

“Dengan perkembangan-perkembangan terakhir ini, memang harus dievaluasi,” ujar Hassan.
 

Langkah evaluasi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi anggota forum internasional, tetapi juga memastikan lembaga tersebut benar-benar bekerja untuk perdamaian dunia.rajamedia

Komentar: