Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Angkot Tergusur? DPRD Kota Bekasi Janji Evaluasi Rute Trans Beken

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Maret 2026 | 06:34 WIB
Ketua DPRD Kota Bekas saat menerima menerima aspirasi para pengusaha dan pengemudi angkot yang merasa terdesak oleh hadirnya jalur baru bus Trans Beken. -
Ketua DPRD Kota Bekas saat menerima menerima aspirasi para pengusaha dan pengemudi angkot yang merasa terdesak oleh hadirnya jalur baru bus Trans Beken. -

RAJAMEDIA.CO - Kota Bekasi – Polemik rute transportasi publik di Kota Bekasi memanas. Aksi mogok yang dilakukan pengemudi angkutan kota akhirnya sampai ke meja DPRD. Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, turun langsung menerima aspirasi para pengusaha dan pengemudi angkot yang merasa terdesak oleh hadirnya jalur baru bus Trans Beken.
 

Pertemuan digelar di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026). Hadir dalam forum tersebut jajaran pengurus Organda serta perwakilan pengusaha dan sopir angkutan kota yang selama ini melayani mobilitas warga di berbagai trayek.
 

Sopir Angkot Keluhkan Rute Tumpang Tindih
 

Dalam pertemuan itu, para pengemudi dan pengusaha angkutan kota menyampaikan keresahan mereka. Kebijakan pembukaan jalur baru bus Trans Beken dinilai langsung bersinggungan dengan trayek angkot yang sudah lama beroperasi.
 

Akibatnya, pendapatan para sopir angkot disebut merosot tajam.
 

Mereka khawatir kebijakan transportasi publik yang bertujuan modernisasi justru mematikan usaha transportasi konvensional yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung mobilitas warga.
 

Para perwakilan Organda berharap pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi ribuan pengemudi angkot di Kota Bekasi.
 

DPRD: Modernisasi Jangan Matikan Ekonomi Rakyat
 

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menegaskan pihaknya memahami kegelisahan para pengemudi dan pengusaha angkutan kota.
 

Menurutnya, pembangunan transportasi publik memang penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kebijakan itu tidak boleh mengorbankan ekonomi rakyat kecil.
 

“Modernisasi transportasi harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap pelaku transportasi yang sudah lama mengabdi melayani masyarakat,” tegasnya.
 

Komisi II Diminta Evaluasi Jalur Trans Beken
 

Sebagai langkah cepat, DPRD Kota Bekasi akan segera memanggil Dinas Perhubungan untuk melakukan evaluasi terhadap jalur baru Trans Beken.
 

Sardi mengatakan, Komisi II DPRD akan diminta mengkaji secara menyeluruh kebijakan tersebut, termasuk kemungkinan penataan ulang trayek agar tidak saling berbenturan.
 

Salah satu opsi yang didorong adalah skema integrasi transportasi, di mana angkutan kota dapat berfungsi sebagai feeder atau pengumpan menuju jalur utama bus Trans Beken.
 

“Dengan begitu, angkot tetap hidup dan sistem transportasi publik juga bisa berjalan lebih terintegrasi,” jelasnya.
 

Jaga Kondusivitas Kota Bekasi
 

Di akhir pertemuan, Sardi mengimbau para pengusaha dan pengemudi angkutan kota untuk tetap menjaga situasi kondusif selama proses mediasi dan evaluasi berlangsung.
 

Ia memastikan DPRD Kota Bekasi akan mengawal aspirasi tersebut hingga ditemukan solusi yang adil bagi semua pihak.
 

“Prinsipnya jelas, kesejahteraan para pengemudi harus tetap terjamin tanpa menghambat upaya peningkatan layanan transportasi publik di Kota Bekasi,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: