Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Wamendikdasmen Fajar Ajak 1.566 Mahasiswa Baru Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

Laporan: Firman
Senin, 21 September 2026 | 17:44 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq usai memberikan kuliah umum dalam PESONAMU 2026 di UM Bandung, Senin (21/9/2026) - Foto: Dok Kemendikdasmen -
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq usai memberikan kuliah umum dalam PESONAMU 2026 di UM Bandung, Senin (21/9/2026) - Foto: Dok Kemendikdasmen -

RAJAMEDIA.CO – Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat karakter, kompetensi, keterampilan hidup, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.
 

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan kuliah umum dalam Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa (PESONAMU) 2026 di UM Bandung, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 1.566 mahasiswa baru. 
 

2045, Mahasiswa Hari Ini Berada di Usia Produktif
 

Fajar mengingatkan bahwa ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045, mahasiswa baru saat ini akan berada pada usia produktif dan memiliki peran dalam kehidupan ekonomi serta keluarga.
 

Karena itu, masa kuliah menurut Fajar harus dimanfaatkan untuk membentuk diri, bukan sekadar mengejar gelar akademik.


“Adik-adik pada tahun 2045 akan berada pada usia paling produktif. Karena itu, sejak sekarang harus menempa diri menjadi manusia yang memiliki karakter, pengetahuan luas, dan keterampilan hidup yang kokoh,” ujar Fajar. 
 

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan agar mereka dapat menempuh pendidikan tinggi.
 

Ijazah Bukan Satu-satunya Bekal
 

Fajar menekankan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah. Mahasiswa perlu membangun kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.


“Semua itu harus dibayar lunas dengan totalitas menjalani perkuliahan. Dunia kerja bukan hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kompetensi,” ucapnya.

Hal tersebut sejalan dengan pesan Fajar kepada mahasiswa UM Bandung agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan pendidikan tinggi. Kampus juga perlu menjadi ruang untuk membangun karakter, soft skill, dan budaya belajar. 
 

Hadapi AI dengan Kemampuan Beradaptasi
 

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian dalam pesan Fajar.
 

Mahasiswa didorong memperluas wawasan lintas disiplin dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat. Kompetensi sesuai jurusan tetap penting, tetapi mahasiswa juga perlu memahami perkembangan ilmu di luar bidang yang ditekuni.
 

“Jangan pernah berhenti belajar. Perdalam kompetensi sesuai jurusan yang kalian pilih, tetapi perluas juga wawasan dan pelajari ilmu di luar bidang yang kalian tekuni,” ujarnya.
 

Aktif Berorganisasi dan Bangun Kepemimpinan
 

Selain kemampuan akademik, Fajar mendorong mahasiswa aktif dalam organisasi. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan komunikasi.
 

Perguruan tinggi juga diharapkan melahirkan berbagai talenta, mulai dari inovator, peneliti, pendidik hingga wirausahawan.
 

Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak hanya diharapkan mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
 

Manfaatkan Jejaring 164 PTMA
 

Sebagai alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fajar juga mengajak mahasiswa UM Bandung memanfaatkan jejaring 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) untuk memperluas pengetahuan dan membangun kolaborasi. 
 

Menurut Fajar, jejaring antarkampus dapat menjadi modal sosial bagi mahasiswa dalam mengembangkan wawasan, pengalaman, maupun kerja sama lintas daerah dan disiplin ilmu.
 

UM Bandung sendiri menyebut mahasiswa barunya memiliki modal sosial melalui jaringan PTMA tersebut. 
 

Ilmu, Akhlak, dan Karya untuk Masyarakat
 

Fajar turut menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan yang moderat dan inklusif.
 

Nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui ilmu, akhlak, serta karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Jadilah mahasiswa yang someah budayana, luhur lampahna, gede dampakna. Harumkan nama almamater dengan ilmu, akhlak, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fajar. 
 

Rektor UM Bandung Apresiasi Pesan Wamendikdasmen
 

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi kehadiran Fajar dalam kegiatan PESONAMU 2026.
 

Herry berharap arahan dan motivasi Wamendikdasmen tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru dalam memulai perjalanan akademik mereka. 
 

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun pola pikir yang lebih mendalam serta mengembangkan kecerdasan intelektual yang diimbangi integritas moral dan kepedulian sosial. 
 

Jadikan Perjuangan Orang Tua sebagai Motivasi
 

Menutup kuliah umum, Fajar kembali mengingatkan mahasiswa agar menjadikan perjuangan orang tua sebagai motivasi untuk menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh.
 

Ia meminta mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
 

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah generasi unggul yang tidak hanya menikmati kemajuan Indonesia, tetapi juga menghadirkan kemajuan dan manfaat bagi masyarakat,” ucap Fajar. 
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: